RADAR JOGJA - Sebanyak 110 siswa MIN 1 Kebumen sengaja diajak mendatangi rumah produksi dan galeri batik di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Rabu (27/9). Kedatangan para siswa tersebut guna menumbuhkan kebanggaan terhadap batik sebagai sebuah entitas kekayaan bangsa.
Kepala MIN 1 Kebumen Widyastuti menyampaikan, tujuan utama dari kunjungan lapangan tersebut tak lain agar siswa tumbuh kecintaaan terhadap produk dalam negeri. Dia menyadari kecintaan produk lokal dikalangan milenial kini sangat menurun. Sehingga butuh dikenalkan sejak dini serta melalui metode pendekatan persuasif. "Batik ini warisan budaya. Kami tidak ingin anak-anak lupa dengan produk budaya sendiri. Minimal mereka kenal dan bangga dulu," katanya.
Di rumah produksi, para siswa juga diajak membatik langsung bersama pengrajin. Terlihat setiap siswa mendapat media kain serta pewarna untuk berkreasi. Tak hanya itu, masing-masing hasil karya batik tersebut juga diperbolehkan untuk dibawa pulang sebagai cenderamata. "Kebetulan kami sudah menyelipkan ekstra madrasah membatik," ucapnya.
Widyastuti mengatakan, siswa diharapkan turut bangga dengan batik maupun dengan segala produk turunannya. Artinya, kecintaan terhadap produk dalam negeri diharapkan bukan sekedar slogan, tapi dapat menjadi bagian perilaku. "Yang sulit itu menumbuhkan kesadaran. Harus pelan-pelan agar anak tidak antipati dengan produk lokal," ujarnya.
Salah satu siswa kelas IV Nabila Sakira Putri mengaku baru kali pertama melihat langsung proses membatik menjadi produk jadi. Dia juga cukup berkesan ketika diajari membatik langsung bersama pengrajin. "Belum pernah batik pakai kain. Paling pakai buku gambar. Sekarang sama bu guru lihat langsung," bebernya. (fid/pra)