Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seorang Gadis di Purworejo Ditemukan Tewas di Ladang, Diduga Bunuh Diri

Jihan Aron Vahera • Rabu, 27 September 2023 | 01:01 WIB
Suasana rumah duka dan makam korban pada Senin (25/9).
Suasana rumah duka dan makam korban pada Senin (25/9).

 

RADAR JOGJA - Seorang gadis ditemukan tewas di ladang diduga karena bunuh diri. Dia adalah UH, 21, asal Kecamatan Gebang, Purworejo.

 

Tidak diketahui secara pasti penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Banyak kabar yang beredar, dia bunuh diri karena korban bullying atau perundungan tetapi kabar tersebut ditampik oleh keluarga korban.

 

Saat ditanya terkait penyebab UH bunuh diri, paman korban yakni Muhtarom, 48, tidak mengetahui secara pasti. Dia juga tidak membenarkan jika karena bullying. "Tidak tahu pasti, dia hanya mengaku sudah tidak betah dan tidak kuat pingin keluar sekolah," sebutnya saat ditemui Radar Purworejo di rumah duka Senin (25/9).

Disebutkan, UH adalah seorang anak yatim piatu dan selama ini tinggal bersama neneknya yang saat ini sudah berusia 78 tahun. "Sebelum ditemukan meninggal, pada Jumat (22/9) dia sempat WhatsApp saya ingin berhenti sekolah saja. Saat ditanya ada masalah apa dia tidak menjawab. Sebelum-sebelumnya tidak pernah curhat apa-apa," ungkap dia.

 

UH juga telah dinasihati agar tetap bersekolah dan beraktivitas seperti biasa. Dia tidak menyangka, bahwa UH akan melakukan hal tersebut. Muhtarom mengatakan, UH merupakan anak yang pendiam dan tidak mau merepotkan orang lain. "Dia anak yang rajin, bahkan suka mencari kayu bakar di ladang," katanya.

 

Sebelum meninggal, UH juga sempat mencari singkong dan dibawa pulang ke rumah pada Sabtu (23/9). Setelah itu, UH pergi lagi tidak tahu kemana sampai akhirnya pada Minggu (24/9) sudah ditemukan di ladang dalam keadaan meninggal dunia.

"HP dan semua barang miliknya ditinggal di rumah. Mbah dan tetangga bingung mencari. Ketemunya di ladang sudah tidak bernyawa pada Minggu (24/9) sore. Langsung dimakamkan malamnya berdekatan dengan makam bapak ibunya," jelasnya.

 

Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menganggapnya sebuah musibah. Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Andre Birawa membenarkan jika gadis yang tewas tersebut memang bunuh diri.

 

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi. Kami juga sudah mendatangi rumah dan bertemu dengan keluarga pelaku bunuh diri tersebut," jelasnya.

 

Sementara, Kepala SMK Negeri di Kabupaten Purworejo tempat UH sekolah yakni Agus Triyana mengaku sangat terkejut mendengar berita tersebut. Mengingat, saat ini siswa tersebut tengah melakukan PKL dan pada 28 hingga 30 September direncanakan akan melakukan penarikan siswanya yang PKL.

"Yang jelas kami kaget ya, apalagi kabar yang beredar di luar adalah bullying. Padahal selama ini tidak ada laporan bullying dan baik-baik saja," sebutnya. Dia juga menceritakan, bahwa UH merupakan anak baik, meski tidak terlalu pintar tetapi anaknya rajin dan tidak pernah berhubungan dengan guru BK.

 

Saat ini pihak sekolah tengah menyelidiki apakah memang benar ada praktik bullying di sekolahnya. Pun, sudah membentuk tim kecil untuk hal tersebut. "Seandainya memang ada, tentu akan kami lakukan tindakan. Kami berharap para siswa jika ada yang membutuhkan nasihat bisa langsung ke guru BK," ujar dia. (han)

Editor : Heru Pratomo
#gadis #bunuh diri #Ladang #bullying #Sekolah #Purworejo