RADAR JOGJA - Kecelakaan beruntun yang terjadi di Simpang Exit Tol Bawen Minggu (24/9/2023) menyebabkan empat orang meninggal, dan 26 luka-luka. Di balik hal tersebut terdapat cerita-cerita dari korban kecelakaan tersebut.
Salah satu korban, Alfarizki, 5, seorang anak warga Sambeng RT 01 RW 07, Wonoyoso, Kecamatan Pringapus mengalami patah tulang tangan di sebelah kiri. Ia harus menjalani rawat inap di At-Tin Bawen.
Kakek Alfarizki, Tikno, 64, mengungkapkan, saat itu keluarga Alfarizki berniat untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-5 tahun. Mereka ingin merayakan dengan makan-makan di Salatiga.
Tapi tiba-tiba sesampainya di traffic light Exit Tol Bawen, mobil yang bawa keluarga saya itu dihantam dari belakang oleh kendaraan yang juga dihantam dari belakang sama truk itu, " kata Tikno.
"Hantamannya, kata anak saya, keras sekali. Ini anak saya masih rongent. Ini cucu saya sama budenya yang paling parah, cucu saya tulang tangan sebelah kiri patah, budenya juga, " terangnya.
Ia masih tidak menyangka niatan ingin merayakan ulang tahun Alfarizki menjadi petaka malam itu. Alfarizki saat kejadian duduk di bangku barisan paling belakang karena itu merupakan kesukaannya.
"Pas duduk di barisan bangku paling belakang, kalau budenya di barisan tengah. Jadi di mobil itu ada anak-anak sebanyak lima anak, dan orang dewasanya ada tiga. Yang paling parah Alfarizki dan budenya yang kena benturan paling keras dari belakang, " ucapnya.
Sementara itu, untuk menghilangkan trauma kepada korban rawat inap di At Tin Hospital, jajaran Polres Semarang bersama Polwan Polres Semarang dan Bhayangkari Polres Semarang melakukan trauma healing kepada korban.
Dalam kesempatan tersebut rombongan kapolres Semarang bersama jajarannya membawakan parcel buah-buahan yang akan diberikan kepada para korban. Tidak hanya itu, rombongan juga membawakan mainan untuk korban anak-anak.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menyebutkan, kegiatan trauma healing bertujuan untuk menghibur dan mengurangi rasa trauma.
"Khususnya terdapat korban anak-anak yang berusia lima tahun yang kami coba setidaknya mengurangi rasa trauma atau kesedihan sehingga bisa bahagia," terangnya.
Tidak hanya itu pihaknya juga bercengkrama dan berbincang kepada pihak keluarga dan kerabat yang menemani korban. Sesekali bercanda dengan korban anak-anak dengan mainan yang diberikan.
Pihaknya juga mendatangi korban-korban baik yang ada di rumah sakit untuk memberikan tali asih. Serta mendatangi korban yang sudah pulang termasuk dari korban yang meninggal dunia.
Editor : Bahana.