RADAR JOGJA - Spesialis pembobol TK berinisial NA, 25 seolah tidak jera. Bagaimana tidak, dia diketahui telah membobol TK Negeri Pembina Magelang, Kelurahan Kramat Selatan, Magelang Utara sejak 2019 lalu. Setelah mencuri untuk ketujuh kalinya, NA akhirnya berhasil dibekuk oleh jajaran Polres Magelang Kota.
Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang menuturkan, pencurian yang ketujuh itu dilakukan pada Rabu (20/9) sekitar pukul 18.00. Modusnya, NA memanjat dan mengambil barang saat malam hari. Sasarannya adalah ruang guru. NA pun telah mengantongi sejumlah anak kunci yang diambilnya dari pos penjaga.
Pelaku mengambil kunci itu saat penjaga sekolah tidak berada di ruangan itu. Barulah melancarkan aksinya di ruang guru. Selama ini, dia kerap mengambil uang dan beberapa barang. "Pelaku pernah mengambil laptop, satu unit MP3 player, dan sejumlah uang. Jika ditotal, kerugiannya senilai Rp 17.651.000," sebutnya, Sabtu (23/9).
Pelaku tindak pidana pencurian ini sudah meresahkan warga sekitar. Terutama para guru di TK Negeri Pembina Magelang. Setelah mendapat laporan adanya pencurian itu, polisi segera melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku. Polisi pun berhasil menangkap NA.
Kepada polisi, NA mengaku telah melakukan tindak pidana serupa sebanyak tujuh kali di lokasi yang sama sejak 2019. Atas perbuatannya, NA dijerat Pasal 363 KUHP yang mengatur tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Seorang guru di TK Negeri Pembina Magelang Nurhidayah mengatakan, sudah beberapa kali terjadi kehilangan uang dan barang di ruang guru. Dia menyebut, pencurian pertama terjadi pada April 2019. Saat itu, yang hilang laptop dan uang tunai. Sedangkan yang terakhir uang tunai Rp 37 ribu.
Baca Juga: Sispamkota Latih Polisi, Tentara, dan Satpol PP Hadapi Gangguan Kamtibmas selama Tahapan Pemilu
Uang yang dicuri itu, bersumber dari infak dan tabungan murid. Sejak tahun 2019-2023, total kerugian yang dialami TK tersebut lebih kurang Rp17,6 juta. "Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orang tua murid, kami ganti (uang yang dicuri)," ujarnya.
Pencurian tersebut, katanya, biasa dilakukan saat penjaga di luar atau sedang salat. Saat kejadian itu, sekolah memang belum memasang CCTV. Sehingga tidak mengetahui pencurian tersebut. Pada Rabu (20/9) itu, penjaga melihat seorang yang mencurigakan. "Langsung telepon saya. Saya kemudian menghubungi bu kepala sekolah dan Polsek Magelang Utara," terangnya.
Setelah itu, Polsek Magelang Utara datang dan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Setelah pelaku tertangkap, dia dan sekolah merasa senang. "Alhamdulillah sudah tenang, sudah ketangkap (pelaku). Kerjanya jadi nyaman, enak," ujarnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo