Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketika Tabebuya yang Percantik Jalan di Magelang Mulai Berguguran

Naila Nihayah • Selasa, 19 September 2023 | 19:22 WIB
MENAWAN: Bunga Tabebuya menghiasi sepanjang jalan protokol, tepatnya di Jalan Magelang-Jogja. Bunganya banyak yang sudah berguguran dan berserakan di trotoar. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
MENAWAN: Bunga Tabebuya menghiasi sepanjang jalan protokol, tepatnya di Jalan Magelang-Jogja. Bunganya banyak yang sudah berguguran dan berserakan di trotoar. (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

MAGELANG - Ada yang berbeda saat melintas di Jalan Magelang-Jogja. Tepatnya, di sepanjang median jalan mulai dari kawasan Artos Magelang sampai Palbapang, Mungkid.

Bunga tabebuya tampak bermekaran. Itu mempercantik jalan serta sudut Magelang.

Seolah melintas di Negeri Sakura, Jepang, versi lokal. Tidak hanya berwarna merah, tapi juga putih.

Berdasarkan pantauan, bunga tabebuya bisa ditemui di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang atau di Jalan Sarwo Edhi Wibowo. Kemudian, di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, dan di beberapa sudut Kota Magelang.

Selain itu, bunga tabebuya juga bermekaran di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang. Kemudian, di Jalan Pemuda, Muntilan, dan beberapa ruas jalan lain.

Tak ayal, para pengendara yang melintas, tertarik untuk mengalihkan pandangannya kepada bunga tersebut. Beberapa dari mereka seolah menunggu momen mekarnya bunga dengan nama Latin  handroanthus chrysotrichus itu. Hanya saja, bunga ini sudah mulai jarang ditemui. Sebab, sudah berguguran.

Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Joni Budi Hermanto menuturkan, penanaman tabebuya mulai dari Artos sampai Palbapang dilakukan sejak 2014 lalu. "Saat itu, jumlahnya (penanaman) sekitar 440 pohon," sebutnya kepada Radar Jogja, Selasa (19/9).

Sementara, di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta di kawasan Sawitan dilakukan pada 2016. Jumlahnya lebih dari 200-an pohon. Ditambah dengan pohon tabebuya di Jalan Pemuda, Muntilan.

Kini, pohon tabebuya yang ada di Kabupaten Magelang berjumlah tujuh ribuan. Tampak asri dan berdiri kokoh di sepanjang median jalan.

Pohon yang sudah berbunga itu, kata dia, ditanam setiap tahunnya di beberapa titik. Jumlahnya tidak bisa dipastikan. Hanya dilakukan dengan sistem tambal sulam. DLH Kabupaten Magelang mempunyai lokasi pembibitan pohon tabebuya di Dusun Dangean, Gulon, Salam.

Joni mengatakan, untuk tahun depan, DLH Kabupaten Magelang bakal melakukan penanaman pohon kamboja berwarna merah, kuning, dan putih di sepanjang Jalan Pemuda, Muntilan. Lalu, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Letnan Tukiyat, Mungkid, serta jalan utama di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur.

DLH, lanjut dia, sudah menyiapkan sebanyak 500 bibit pohon kamboja. Menurutnya, di musim kemarau, tanaman yang bisa menghasilkan bunga adalah bougenville dan tabebuya.

"Dalam pengamatan, kita temukan kamboja yang ternyata berbunga hanya di musim kemarau dan bunganya cukup tahan lama, bagus juga," sebut Joni.

Joni mengutarakan, upaya memadukan tiga tanaman tersebut bertujuan agar Magelang semakin indah, asri, dan nyaman. "Meskipun bibit pohon kamboja dari hasil gresek (minta-minta) ke masyarakat," sambungnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Magelang M Yunus menyebut, total penanaman pohon tabebuya di wilayahnya ada sebanyak 2.143 titik sejak 2010 hingga 2020. Sejauh ini, pemkot belum berencana untuk menambah penanaman pohon tabebuya. "Jika khusus tabebuya belum ada program lagi. Mengingat terbatasnya ketersediaan ruang tebuka hijau (RTH)," paparnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#pohon tabebuya #radar jogja #bunga tabebuya