RADAR JOGJA – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol bernama Jacinto Cornejo Denise Del Carmen nekat mendaki Gunung Merapi seorang diri. Dia secara menempuh jalur Selo, Boyolali dan berujung tersesat, pada Rabu (13/9).
Perempuan yang akrab disapa Denise itu tersesat di Gunung Merapi pada Rabu malam, sebagaimana dilaporkan oleh agen perjalanan yang dipakai Denies.
Berdasarkan pantauan Tim relawan dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), terpantau dari CCTV, Denise berada di sekitar area Pasar Bubrah Merapi.
Lantas Tim Relawan BTNGM langsung mengirimkan empat personel segera mengevakuasi Denise.
Evakuasi tersebut berlangsung selama dua jam. Evakuasi berakhir ketika Denise ditemukan di atas pos 1 sekitar 1,5 kilometer dari Pos New Selo pada Kamis siang (14/9).
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) BTNGM Wilayah II Boyolali-Klaten Ahmadi mengaku telah mengkonfirmasi bahwa Denise telah melakukan pendakian illegal. Kemudian dia kesulitan turun sebab WNA tersebut mengalami disorientasi atau istilah buta jalan dan waktu.
"Pada kejadian hari ini (Kamis, 14/9) memang terlewat (kecolongan) dan kebetulan pendaki ini dari Spanyol bertemu dengan orang yang memberikan penjelasan kurang tepat. Sehingga dia tetap naik ke atas," jelasnya sebagaimana dikutip dari Radar Solo.
Kondisi Merapi yang berkabut sejak Rabu sore hingga Kamis membuat Denise gagal menemukan jalan turun pendakian.
"Saat ditemukan, kondisi Denise dikatakan cukup baik, namun terlihat panik saat ditemui. Berdasarkan keterangan, dia (Denise, Red) memang tidak berencana mendaki ke Merapi," kata Ahmad.
"Kemudian menemui orang yang katanya boleh (mendaki) tapi tidak boleh sampai puncak. Nah itu yang membuat dia tetap naik. Dia mengaku tak melihat papan informasi, padahal posisi (papan informasi, Red) sangat mudah terlihat," tambah Ahmad.
Setelah kejadian tersebut, Denise diberikan pemahaman dan mengaku bersalah. Perempuan itu juga diminta menulis surat pernyataan dan petugas memberikan arahan untuk menghapus seluruh dokumentasi yang Denise ambil pada saat di Gunung Merapi.
Tidak ada sanksi atau hukuman untuk Denise, melainkan hanya diwajibkan mengikuti pembinaan bertahap di balai dan penegakan hukum. (Erlika Yusfiarista)