Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selamat dari Gempa, Masih Bertahan di Maroko

Muhammad Hafied • Senin, 11 September 2023 | 20:00 WIB
PROKOPIM KEBUMEN UNTUK RADAR KEBUMEN SELAMAT : Bupati Kebumen Arif Sugiyanto (kanan) didampingi Kepala Bappeda Kebumen Edi Riyanto (kiri) menghadiri konferensi internasional UNESCO Global Geopark
PROKOPIM KEBUMEN UNTUK RADAR KEBUMEN SELAMAT : Bupati Kebumen Arif Sugiyanto (kanan) didampingi Kepala Bappeda Kebumen Edi Riyanto (kiri) menghadiri konferensi internasional UNESCO Global Geopark

RADAR JOGJA - Kunjungan kerja Bupati Kebumen Arif Sugiyanto ke Maroko sedikit terganggu. Dia harus ikut merasakan dampak gempa dahsyat pada Jumat (8/9) malam. Beruntung, Arif bersama rombongan lolos dari maut ketika gempa terjadi.

Gempa ini terjadi bertepatan dengan gelaran bertajuk The 10th Internasional Conference on UNESCO Global Geopark di Marrakesh, Maroko pada 7-9 September 2023. Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat atau delegasi jejaring geopark Indonesia. Termasuk di dalamnya ada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.


Arif menyampaikan, seluruh delegasi geopark dari Indonesia selamat dari ancaman gempa. Tak terkecuali tamu undangan dari negara lain. "Alhamdulilah, semua aman, selamat," ujar Arif, Sabtu (9/9/23).


Dia mengungkapkan detik-detik terjadinya gempa diawali suara gemuruh. Dia juga mendengar barang di sekitar lokasi kegiatan saling berjatuhan serta beberapa bagian runtuh. Gempa juga datang begitu cepat. Dia menyebut, datangnya gempa seperti gemuruh, atau ombak yang sangat besar melalui bawah hotel. “Barang-barang berjatuhan, dan sebagian tembok rontok," ungkapnya.


Berselang hari, kata Arif, gempa susulan masih terasa dengan intensitas lebih kecil. Hal ini mengakibatkan pengunjung hotel memilih tidur di area terbuka atau dekat kolam renang. "Kami tetap tidur di kamar. Gempa susulan terjadi beberapa kali," ucapnya.


Dia belum dapat memastikan kapan kepulangan ke Indonesia. Apakah dipercepat atau menunggu kondisi memungkinkan. Sebab, masih ada beberapa rangkaian kegiatan yang harus diikuti. "Untuk rencana pulang, belum tahu apakah dipercepat atau tidak, masih harus dikoordinasikan dengan penyelenggara,"ucapnya.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,8 magnitudo melanda Maroko sekitar pukul 23.13 waktu setempat. Gempa ini dilaporkan menewaskan nyaris 300 orang. Sedangkan ratusan lain mengalami luka. Dampak dari gempa juga mengakibatkan sejumlah bangunan hancur.


Pusat gempa berada di Pegunungan Atlas Tinggi, 71 kilometer atau 44 mil barat daya Marrakesh, pada kedalaman 18,5 kilometer, kata US Geological Survey. Gempa terjadi pada pukul 23.11 waktu setempat (22.11 GMT). Gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,9 terjadi 19 menit kemudian. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#geopark #gempa #bupati kebumen #maroko #UNESCO