MUNGKID, Radar Jogja - Penemuan sesosok mayat yang tidak utuh dan tanpa identitas di Dusun Rejosari, Ngadirejo, Salaman, Kabupaten Magelang pada Jumat dini hari (8/9), akhirnya terungkap. Korban diketahui merupakan seorang dengan gangguan jiwa atau lemah mental sedari kecil dan belum terekam e-KTP.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, jasad yang diduga meninggal dunia akibat tabrak lari itu, diketahui identik dengan korban berinisial W, 63, warga Kebonagung Wetan, Jogomulyo, Tempuran. Sebab, korban meninggalkan beberapa barang bukti di sekitarnya.
Saat ditemukan, jasad korban memang tidak bisa dikenali karena tubuhnya yang tidak utuh. Namun, ciri-cirinya, korban memakai kaos ungu. Kemudian, di sekitar jasad korban, ditemukan sarung kotak-kotak hitam dan sandal jepit berwarna merah.
Ruruh mengatakan, setelah ciri-ciri korban tersebar luas, ada yang mengenalinya. Selain itu, dari baju yang dipakai dan gelang karet di tangan sebelah kiri, identik dengan yang bersangkutan. "Untuk korban gangguan jiwa atau lemah mental dari kecil dan belum terekam e-KTP," ujarnya, Minggu (10/9).
Ruruh menjelaskan, korban sedari kecil memang sudah menderita gangguan jiwa dan kerap pergi dari rumah dengan berjalan kaki. Korban juga beberapa kali diamankan oleh Satpol PP Kabupaten Magelang dan dijemput oleh pihak keluarga.
Dia belum bisa memastikan betul penyebab korban meninggal dengan mengenaskan itu. Karena belum ditemukan bukti-bukti terkait dugaan tabrak lagi tersebut. Tim Inafis Polresta Magelang juga telah berkoordinasi dengan unit laka lantas untuk penanganan lebih lanjut. (aya)
Editor : Amin Surachmad