Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Balada Naiknya Harga Beras, Tetap Beli karena Kebutuhan Pokok

Naila Nihayah • Rabu, 6 September 2023 | 20:32 WIB
LAYANI PEMBELI: Meski harganya naik, namun para pembeli tetap membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
LAYANI PEMBELI: Meski harganya naik, namun para pembeli tetap membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

MAGELANG, Radar Jogja - Sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan. Seperti beras, kedelai daging sapi, hingga gula. Bahkan, harga beras di pasaran melejit hingga Rp 15 ribu dari harga Rp 13 ribu per kg untuk kualitas premium. Sedangkan beras kualitas medium di harga Rp 13 ribu dari yang semula Rp 10 ribu per kg.

Melansir dari data panel harga pangan nasional, Badan Pangan Nasional per Rabu (6/9), harga beras rata-rata kualitas medium telah menembus Rp 12.550 per kilogram (kg). Padahal, berdasarkan Perbadan Nomor 7 Tahun 2023, harga eceran tertinggi (HET) beras medium mencapai Rp 11.800 per kg. Begitupula dengan beras kualitas premium yang mengalami kenaikan menjadi Rp 14.290 per kg.

Seorang pedagang beras di Pasar Rejowinangun Uun menuturkan, kenaikan harga beras itu dirasakan sejak satu bulan yang lalu. Hanya saja, setiap harinya, tingkat kenaikan hanya tipis-tipis. Namun, sejak dua hari ini, harga beras kualitas premium stabil di angka Rp 15 ribu per kg. Begitu pula dengan beras kualitas medium.

Sebelumnya, kata dia, harga beras paling murah Rp 10 ribu per kg, sekarang jadi Rp 13 ribu per kg. Biasanya, beras itu dipasok dari Pati, Purworejo, Kabupaten Magelang, hingga Temanggung. “Sekarang (harganya) anteng. Dulu, waktu (harga) masih Rp 12 ribu per kg, yang nyetori bilang kalau harganya bakal naik sampai Rp 15 ribu per kg,” ujarnya, Rabu (6/9).

Uun menyebut, kenaikan harga beras tersebut tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sebab, beras merupakan salah satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. Pembeli pun, lanjut dia, tidak ada yang mengeluh meski harganya melambung tinggi. Saat ditanya tingkat penjualan, Uun mengaku, tidak menghitungnya. Namun, setiap harinya, toko miliknya selalu jadi jujugan pembeli.

Sementara itu, seorang pembeli beras asal Boton, Kecamatan Magelang Tengah Ari mengatakan, tetap membeli beras meski harganya melejit. Dia juga menyadari, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga naik. Apalagi di tengah musim kemarau seperti ini. “Namanya juga kebutuhan pokok,” bebernya.

Dia tidak mengetahui betul kapan kenaikan harga beras itu terjadi. Ketika stok berasnya habis, dia harus membelinya. Ari biasa membeli beras premium yang biasanya Rp 12 ribu per kg, kini menjadi Rp 15 ribu per kg. “Mungkin memang sudah waktunya naik. Mau nggak mau, kita harus beli karena untuk kebutuhan sehari-hari,” sambungnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #komoditas pangan #harga beras #kebutuhan pokok