SUKOHARJO - Polres Sukoharjo tak membuang waktu untuk membongkar kasus dugaan pembunuhan yang menimpa dosen UIN Raden Mas Said yakni Wahyu Dian Silvania, 24, pada Kamis (24/8). Aparat keamanan langsung bergerak.
Tak sampai 24 jam sejak mayat Wahyu Dian ditemukan, polisi berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan. Pelaku ternyata buruh bangunan.
Pelaku yakni Dwi Feriyanto, 23, warga Desa Tempel, Kecamatan Gatak. Tersangka diamankan di rumahnya pada Jumat (25/8) dini hari.
Baca Juga: Tuhan Mengirim Anak Saya ke UIN Solo, Hari Ini Kita Harus Berpisah
"Iya, sudah tadi malam sekitar pukul 02.00 kita amankan, berkat doa semuanya," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit Jumat ( 25/8) di Mapolsek GatakGatak, dikutip dari Radar Solo.
Pelaku merupakan buruh bangunan yang bekerja merenovasi rumah korban. Diduga kuat, pelaku merupakan psikopat.
"Ini sejak tadi malam kita interogasi, masih bisa senyum-senyum," kata Kapolres.
Terkait motif dan identitas pelaku, Kapolres belum bersedia membeberkan. Tapi, dia berjanji akan segera memberi tahu.
Baca Juga: Dosen Perempuan UIN Raden Mas Said Solo Ditemukan Meninggal, Ada Tanda-Tanda Penganiayaan
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit mengatakan, pelaku yang diamankan adalah buruh bangunan yang bekerja merenovasi rumah korban. Menurut pengakuan pelaku, dia tega menghabisi nyawa sang dosen lantaran merasa sakit hati karena sering dikata-katain.
"Motifnya sakit hati, lalu membunuh korban dan juga mengambil HP dan uang korban," kata Kapolres, Jumat.
Menurut Kapolres, berdasarkan hasil otopsi terdapat luka lebam di paha kanan dan tidak ada kekerasan seksual. Lalu, ada luka tusuk di dada kanan, di atas payudara dan di atasnya. Selain itu, terdapat sayatan di samping ketiak kanan.
Baca Juga: Isak Tangis Usai Sholat Jenazah Melepas Pulang Dosen UIN Solo Wahyu Dian Silviani
Selain itu, lengan sebelah kiri bagian dalam terdapat luka terbuka, luka bacok dari pelipis sampai pipi kanan sekitar 10 cm, bibir kanan terdapat luka tusuk, luka terbuka hidung atas.
Pelipis kiri terdapat luka sayat, alis kanan ada sayatan, kepala kiri belakang ada bekas sayatan sekitar 5 sayatan. Serta kepala belakang sebelah kanan terdapat benjolan.
"Korban dibunuh di ruang tengah di rumah temannya (rumah kosong milik tetangga yang jadi tempat tinggal sementara korban, Red) . Jadi bukan di rumah korban. Karena rumah korban sedang direnovasi," kata Sigit. (kwl)
Editor : Amin Surachmad