Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalis ing Kahanan, Festival Lima Gunung Digelar Lagi, Ribuan Seniman Kenalkan Seni Pertunjukan Tradisional

Naila Nihayah • Senin, 21 Agustus 2023 | 09:05 WIB

 

PERSIAPAN: Berbagai persiapan telah dilakukan panitia untuk menyambut puncak kegiatan Festival Lima Gunung di Dusun Sudimoro, Baleagung, Grabag. (Dok Pribadi Tatik Fitri Kuswanti)
PERSIAPAN: Berbagai persiapan telah dilakukan panitia untuk menyambut puncak kegiatan Festival Lima Gunung di Dusun Sudimoro, Baleagung, Grabag. (Dok Pribadi Tatik Fitri Kuswanti)

 

MUNGKID - Festival Lima Gunung (FLG) ke XXII bakal kembali dihelat pada 25-27 Agustus 2023 di Dusun Sudimoro, Baleagung, Grabag, Kabupaten Magelang. Tahun ini, diperkirakan bakal ada sekitar 1.700 seniman dari 79 kelompok kesenian berbagai daerah yang memeriahkan pagelaran tersebut.

Kegiatan ini bertajuk Kalis ing Kahanan, yang berarti selamat atau terhindar dari marabahaya dan hal-hal buruk lainnya. "Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Termasuk membuat panggung utama yang berbahan jerami dan batang pohon jagung," ujar Kepala Dusun Sudimoro Sih Agung Prasetyo, Minggu (20/8).

Dia mengatakan, festival tahunan ini menjadi ajang pertemuan masyarakat pelestari kesenian tradisional di lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Sebelum acara puncak, diadakan ritual Donga Tirta Kencana di Studio Mendut pada Minggu (13/8) lalu.

Baca Juga: Kapasitas Lapas Magelang Membeludak, Satu Kamar Kapasitas 10 Diisi 30 Orang

Dalam ritual tersebut, air yang berasal dari Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Andong, dan Menoreh disatukan. Kemudian, disimpan dalam tempayan dan diletakkan di dekat panggung. Bagi siapa pun yang berpidato atau hendak mementaskan seni pertunjukan, mereka harus mencuci tangannya dengan air yang sudah didoakan tersebut.

Guru pendamping seni SMAN 1 Grabag Tatik Fitri Kuswanti mengatakan, event FLG ini dirasa cukup menarik. Siswa-siswinya ikut andil untuk mementaskan seni pertunjukan.

Baca Juga: Kebakaran Gunung Andong, Api Dibiarkan hingga Padam Sendiri

Selain menjadi hiburan, event ini juga sebagai media pendidikan bagi anak. Terutama untuk mengenalkan seni pertunjukan yang ada di Indonesia.

Menurutnya, kebanyakan anak di era saat ini terlampau asing dengan seni pertunjukan. Lebih-lebih, pada seni pertunjukan tradisional.

"Selain seni pertunjukan, juga dikenalkan pula pameran seni rupa dari beberapa daerah. Sehingfa para pelajar dapat berkesempatan menimba ilmu pada event ini," jelasnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#Kabupaten Magelang #pertunjukan tradisional #Festival Lima Gunung