MUNGKID - Semarak perayaan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI masih menggelora di tengah-tengah masyarakat. Ada banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan momentum tersebut. Termasuk, di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, yang mengadakan karnaval dengan diikuti peserta dari 16 dusun.
Karnaval tersebut dimulai dari Lapangan Desa Jumoyo, lalu menyusuri jalan protokol, dan kembali lagi ke lapangan. Beberapa dusun tampak membuat ogoh-ogoh dengan berbagai karakter. Seperti replika Garuda Pancasila, kuda, naga, hingga, Hanoman. Lalu lintas pun menjadi tersendat akibat gelaran tersebut.
Warga setempat menyaksikan momentum tersebut. Mereka berjajar di sepanjang jalan protokol sembari menanti kehadiran para peserta karnaval. Beberapa dari mereka tampak antusias ketika ada barisan yang dirasa unik dan heboh.
Kepala Dusun Kemiren Ahmad Isam mengatakan, karnaval ini digelar untuk memeriahkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI. Bahkan, kegiatan tersebut baru kali pertama dilakukan yang melibatkan seluruh warga di Desa Jumoyo. Biasanya hanya dilakukan per dusun.
Dia menyebut, setiap dusun memiliki kreativitas masing-masing. "Semua dusun diwajibkan ikut. Perwakilan beberapa warga. Tiap-tiap dusun bebas mau berkreasi seperti apa. Kalau dusun saya, temanya Pancasila," terangnya kepada Radar Jogja, Minggu (20/8).
Tema tersebut disesuaikan dengan dusunnya yang menyandang sebagai Kampung Pancasila. Selain itu, ada juga dusun yang menunggulkan sektor pertanian dengan membawa gunungan palawija. Sebagai ungkapan syukur warga atas limpahan nikmat.
Isam mengatakan, warga memang sangat antusias mengikuti karnaval tersebut. Harapannya, gelaran ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya. Tentu lebih meriah lagi.
"Kegiatan ini sekaligus mempererat kerukunan warga. Ke depan, semoga lebih meriah dan tertata lagi," sebutnya.
Seorang warga Wiwi Safitri, 24, mengaku terhibur dengan pawai karnaval yang diadakan warga Desa Jumoyo. Apalagi beberapa dusun terlihat kompak dengan mengenakan kostum yang lucu. "Senang, ya, lihat ramai-ramai kayak gini. Dulu, belum ada karena masih pandemi," paparnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad