Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kualitas Udara di Purworejo Relatif Bersih

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 15:57 WIB
DIKLAIM BERSIH: Kendaraan bermotor menjadi penyumbang polusi terbesar di Kabupaten Purworejo. Hasil pemantauan DLHP setempat kualitas udara masih relatif bersih. 
DIKLAIM BERSIH: Kendaraan bermotor menjadi penyumbang polusi terbesar di Kabupaten Purworejo. Hasil pemantauan DLHP setempat kualitas udara masih relatif bersih. 

RADAR JOGJA – Saat ramai pemberitaan terkait menurunnya kualitas udara di beberapa kota, berbanding terbalik dengan kondisi di Kabupaten Purworejo. Hasil pemantauan yang dilakukan hasilnya kualitas udara masih relatif bersih.

Staf Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penaatan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo Dani Eko Ariyanto menyebut, selama ini kualitas udara di Purworejo baik. Hal itu dibuktikan dengan hasil uji kualitas udara di sejumlah titik yang selalu memenuhi baku mutu.

Seperti contoh hasil uji kualitas udara ambien pemantauan di kompleks Perumahan Mranti pada 2022 lalu, baku mutu SO2 yaitu 75 µg/Nm3, hasil ujinyaa 10,5 µg/Nm3. Kemudian, baku mutu NO2 65 µg/Nm3, hasil ujinya hanya 7,5 µg/Nm3.

Disebutkan, untuk mengetahui indeks kualitas udara (IKU) di Kabupaten Purworejo, DLHP Purworejo biasanya menggunakan metode passive sampler yaitu memantau titik-titik tersebut dengan dipasangi alat dari Kementerian Lingkungan Hidup. Parameter kualitas udara yang diukur dalam metode passive sampler berupa polutan udara sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). "Setiap dua kali dalam setahun, kami selalu lakukan uji kualitas udara meliputi kawasan industri, permukiman, transportasi, perkantoran," ujarnya Jumat (18/8).

Titik-titik yang diuji antara lain di PT Anugrah Karya Sakti, Perumahan Sucen dan Mranti, di daerah Maron dan di Patung Resno Duto), serta Pendopo Kabupaten dan Dinas Perhubungan (Dishub) Purworejo. Diungkapkan, titik-titik tersebut dipilih karena berpotensi memiliki polusi udara yang tinggi. "Harapannya, jika kualitas udara di titik berpotensi tinggi saja baik berarti di wilayah lain juga baik," kata Dani.

Dani mengatakan, penyumbang polusi udara tertinggi di Kabupaten Purworejo adalah dari asap kendaraan. Selain itu, dari cerobong industri dan aktivitas manusia seperti pembakaran sampah.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar masyarakat dapat menanam pohon agar pohon-pohon tersebut dapat menyerap polusi udara dan merubahnuamenjadi oksigen. Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah. "Kami sosialisasikan juga dengan membuatkan plang terkait larangan itu. Kami juga lakukan pengawasan pada industri terkait jumlah emisi yang dikeluarkan melalui cerobong asap," ungkap dia. (han/pra) 

Editor : Satria Pradika
#kualitas udara #Kabupaten Purworejo #DLHP Purworejo