Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pamerkan Delapan Benda Peninggalan Nabi Muhammad

Naila Nihayah • Rabu, 9 Agustus 2023 | 19:45 WIB
BERSEJARAH: Beberapa benda peninggalan Nabi Muhammad ditampilkan di Yayasan Raudhatul Mustofa Magelang, Kecamatan Tempuran, Selasa (8/8/23).
BERSEJARAH: Beberapa benda peninggalan Nabi Muhammad ditampilkan di Yayasan Raudhatul Mustofa Magelang, Kecamatan Tempuran, Selasa (8/8/23).

RADAR JOGJA - Delapan atsar atau sesuatu yang berasal dari Nabi Muhammad dipamerkan di Yayasan Raudhatul Mustofa Magelang. Benda-benda tersebut diperoleh dari beberapa museum di Timur Tengah. Seperti Yaman, Yordania, Makkah, Madinah, dan lainnya. Lalu, dikumpulkan di Malaysia dan Brunei Darussalam, hingga akhirnya dibawa ke Indonesia pada 2019 lalu.


Seorang pemandu dari tim Artefak Nabi Muhammad Lubi Susanto merinci, delapan atsar tersebut antara lain ekstrak keringat Nabi Muhammad yang dimasukkan dalam sebuah tabung dan diberi cairan pengawet. Aroma keringatnya pun tergolong harum. Lalu, beberapa helai rambut yang lurus sedikit ikal.


Kemudian, potongan kayu siwak yang digunakan Nabi Muhammad semasa hidupnya. Karena termakan usia, kayu siwak itu sudah tidak berbentuk utuh sehingga hanya tersisa potongan. "Ada kantong air beliau. Bisanya dibawa saat beliau hendak ke medan peperangan," terangnya, Selasa (8/8/23).


Selain itu, ada seutas cambuk atau pecut, kiswah atau kain yang menutupi makam nabi berwarna hijau, dan serban atau imamah Nabi Muhammad berwarna putih. Serban itu memiliki aroma yang harum meski sudah berabad-abad lamanya. Semua benda tersebut dilengkapi sertifikat yang memuat lokasi benda itu diperoleh.
Lubi menyebut, rentang waktu benda-benda peninggalan Nabi Muhammad diperkirakan ada pada 1.400-1.450 tahun yang lalu. Yang dipamerkan, kata dia, tidak hanya memasuki periode Islam, tapi juga zaman Kesultanan Utsmaniyah. Atau pada 1.500-1.920 Masehi.


Dia mengatakan, beberapa atsar milik Nabi Muhammad ini sudah dipamerkan keliling ke beberapa daerah di Indonesia. "Sebelum di sini, kami pamerkan di Tegal beberapa hari lalu. Setelah dari sini (Magelang), besok (hari ini, Red) dibawa ke Jogja tiga hari. Setelah itu, Wonosobo," sebutnya.


Lubi menambahkan, antusias masyarakat untuk menilik benda-benda peninggalan Nabi Muhammad ini cenderung tinggi. Selama ini, lanjut dia, setiap harinya ada sekitar 500-700 orang yang berkunjung demi melihat benda tersebut.


Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang Muhammad Miftah mengapresiasi pameran yang diadakan. Pameran atsar ini memang dikemas dengan kegiatan tabaruk atau mencari berkah terhadap sesuatu yang dianggap membawa sebuah keberkahan. Termasuk benda peninggalan Nabi tersebut.


Dengan adanya peninggalan ini, kata dia, akan menambah pemahaman masyarakat terkait dengan sirah nabawiah atau sejarah kehidupan Nabi Muhammad. "Kalau selama ini mengenal lewat buku-buku, kali ini bisa mengenal secara langsung. Tapi, di sini kita tabarukan, mencari berkah dan harapannya tidak menimbulkan kesyirikan," sebutnya. (aya/bah)

Editor : Satria Pradika
#Magelang #Nabi muhammad #timur tengah