RADAR JOGJA - Kasus kenakalan remaja kini menjadi perhatian serius Polres Kebumen. Perlakuan ini merupakan buntut maraknya aksi kriminalitas oleh kelompok remaja. Bahkan dari rentetan kasus selama tujuh bulan terakhir, dilaporkan ada sepuluh korban terkait kasus kenakalan remaja.
Data dihimpun Polres Kebumen, memasuki Agustus 2023 sudah lima kasus tawuran antarpelajar tertangani. Imbasnya, tidak sedikit pelajar angkat kaki dari sekolah karena harus menjalani proses hukum. Bahkan, sebagian pelajar yang terlibat kasus tawuran tidak diterima sekolah lain akibat aksi yang dilakukan.
Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin menyampaikan, fenomena kenakalan remaja perlu menjadi perhatian bersama. Apalagi, aksi yang dilakukan sudah mengarah ke tindak pidana, seperti tawuran hingga pengeroyokan. "Banyak kasus tawuran yang kami tangani, terutama para pelajar setingkat SMK di Kebumen. Ini menjadi perhatian khusus kami semua," jelasnya, saat berkoordinasi dengan Disdikpora serta segenap guru Bimbingan Konseling, Rabu (2/8/23).
Burhanuddin mengungkapkan, aksi tawuran yang kerap terjadi tidak hanya melibatkan pelajar asal Kebumen. Melainkan banyak dari luar daerah yang ikut bergabung. Karena itu, perlu disikapi bersama agar persoalan kenakalan remaja tidak berlarut.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kebumen Yanie Giat Setyawan mengatakan, inti kedatangan dirinya bersama guru bimbingan konseling ke Polres Kebumen guna membahas penyelesaian masalah kenakalan remaja. Pihaknya tidak ingin persoalan ini menjadi ancaman bagi dunia pendidikan di Kebumen.
Dari pertemuan itu, para guru BK di Kebumen sepakat melakukan koordinasi terkait antisipasi kenakalan remaja. Kemudian sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya kasus kenakalan remaja ke Polres Kebumen, jika kasus tersebut memenuhi unsur pidana. "Perlu koordinasi antara guru BK SMK dengan guru BK SMP agar informasi tidak terputus. Siswa SMP sebagai input dan SMK sebagai output," jelas Yanie. (fid/bah)