Kecelakaan di darat ini dilaporkan menewaskan dua pilot, melukai puluhan penumpang, serta memaksa bandara ditutup sementara.
Pesawat Air Canada dengan nomor penerbangan 8646 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation diketahui baru saja mendarat dari Montreal saat insiden terjadi sekitar pukul 23.45.
Pesawat yang membawa 72 penumpang dan empat awak itu menghantam kendaraan Aircraft Rescue and Firefighting (ARFF) milik otoritas bandara yang tengah merespons insiden lain.
Mengutip ABC News, Direktur Eksekutif Port Authority, Kathryn Garcia, mengungkapkan sedikitnya 43 orang dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan tersebut.
Dua pilot dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara dua petugas Port Authority termasuk di antara korban luka.
“Semua penumpang telah terdata, dan seorang anak yang bepergian tanpa pendamping telah dipertemukan kembali dengan keluarganya,” kata Garcia.
Menurut data awal dari FlightRadar24, pesawat melaju dengan kecepatan antara 93 hingga 105 mph saat menghantam kendaraan pemadam tersebut. Rekaman komunikasi lalu lintas udara menunjukkan kendaraan ARFF sempat mendapat izin melintasi Runway 4 di taxiway Delta.
Namun, sesaat sebelum tabrakan, petugas pengatur lalu lintas udara terdengar berulang kali memerintahkan kendaraan tersebut untuk berhenti.
Administrator Federal Aviation, Bryan Bedford, menjelaskan kendaraan tersebut sebelumnya dikerahkan untuk menangani pesawat lain yang mengalami gagal lepas landas. Ia juga menyebut kondisi cuaca saat kejadian berkabut dan berkabut tipis.
Atas insiden tersebut, Bandara LaGuardia sempat ditutup total usai kejadian, yang menjadi kecelakaan fatal pertama dalam tiga dekade terakhir di bandara tersebut, dan baru kembali beroperasi terbatas pada Senin pukul 14.00 waktu setempat.
Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan landasan pacu lokasi kejadian akan tetap ditutup hingga Jumat pagi untuk kepentingan investigasi.
Tim dari National Transportation Safety Board (NTSB) langsung turun ke lokasi dan memimpin penyelidikan, dengan dukungan dari otoritas Kanada mengingat pesawat dioperasikan maskapai asal negara tersebut.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menegaskan pihaknya akan mengawal investigasi hingga tuntas.
“National Transportation Safety Board sedang menyelidiki penyebab kecelakaan ini... kami tidak akan berhenti sampai investigasi selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua NTSB, Jennifer Homendy, menyebut kotak hitam pesawat, termasuk cockpit voice recorder dan flight data recorder, telah ditemukan dan dibawa ke laboratorium di Washington, D.C.
Ia memastikan perekam suara kokpit dalam kondisi baik, sementara data penerbangan akan segera dianalisis.
“Banyak puing di lokasi. Semua itu adalah bukti yang harus kami dokumentasikan sebelum dikumpulkan,” kata Homendy.
CEO Air Canada, Michael Rousseau, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.
“Kami tahu ini hari yang sulit. Banyak pertanyaan yang belum terjawab karena situasi masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti tabrakan masih diselidiki. Namun insiden ini kembali menyoroti pentingnya koordinasi di area bandara, terutama dalam kondisi visibilitas rendah.
Editor : Bahana.