Rudal Balistik Hantam Gedung Saudi Aramco di Dhahran, 3 Lantai Rusak Terbakar

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:42 WIB
Ilustrasi kompleks perkantoran Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, yang menjadi sasaran serangan pada 13 Oktober 2026.
Ilustrasi kompleks perkantoran Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, yang menjadi sasaran serangan pada 13 Oktober 2026.

 

RADAR JOGJA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah gedung administrasi milik perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, menjadi sasaran serangan di Kota Dhahran, Provinsi Timur, pada Selasa (13/10). Insiden tersebut memicu kebakaran dalam skala terbatas, tetapi tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun luka di lokasi kejadian.

Serangan terhadap fasilitas perusahaan energi tersebut menambah perhatian terhadap keamanan infrastruktur strategis di Arab Saudi. Penanganan segera dilakukan setelah insiden terjadi untuk mengendalikan kebakaran dan memastikan kondisi di sekitar gedung tetap terkendali.

Tidak adanya korban jiwa maupun luka menjadi kabar penting di tengah meningkatnya ancaman keamanan terhadap sejumlah fasilitas strategis di kawasan Teluk. Meski demikian, kerusakan bangunan dan dampak serangan tetap menjadi perhatian, terutama karena lokasi tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan energi berskala besar.

Dhahran merupakan salah satu kota penting dalam industri energi Arab Saudi. Wilayah ini menjadi lokasi kompleks perkantoran Saudi Aramco, perusahaan minyak milik negara yang memiliki peran besar dalam pengelolaan sumber daya energi. Keberadaan fasilitas perusahaan tersebut menjadikan keamanan kawasan ini penting bagi kelangsungan aktivitas operasional.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa sebuah rudal balistik menghantam kompleks kantor pusat Saudi Aramco. Sebuah menara perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan pada tiga lantai teratas. Meski demikian, informasi mengenai tingkat kerusakan secara keseluruhan dan dampaknya terhadap aktivitas perusahaan masih perlu merujuk pada keterangan resmi terbaru.

Serangan tersebut berlangsung ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman meningkat. Dalam perkembangan konflik regional, penggunaan rudal dan pesawat nirawak menjadi salah satu ancaman yang dihadapi sejumlah wilayah di kawasan Timur Tengah.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik Yaman juga melaporkan upaya pencegatan sejumlah rudal dan pesawat nirawak yang mengarah ke wilayah kerajaan tersebut. Serpihan hasil pencegatan dilaporkan jatuh di kawasan permukiman Dhahran, sehingga menambah perhatian terhadap keselamatan masyarakat di sekitar lokasi strategis.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah tidak hanya berkaitan dengan wilayah pertempuran, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan kawasan lain. Fasilitas energi menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena memiliki peran penting dalam perekonomian Arab Saudi dan pasokan energi global.

Meski kebakaran di gedung administrasi Saudi Aramco dilaporkan dapat ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka, perkembangan situasi keamanan di Dhahran tetap perlu dipantau. Informasi lanjutan mengenai kerusakan bangunan, aktivitas perusahaan, serta hasil penyelidikan atas serangan tersebut menjadi hal penting untuk mengetahui dampak insiden secara menyeluruh.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Saudi Aramco Kilang Minyak Arab Saudi Pemberontak Houthi Konflik Timur Tengah serangan rudal