Serangan Drone Hantam Kapal Tanker di Dekat Selat Hormuz, Dua Pelaut India Hilang

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:55 WIB
Kapal tanker di kawasan perairan dekat Selat Hormuz. Serangan drone terhadap MT Petro Dolphin di area labuh Sohar, Oman, menyebabkan dua pelaut India hilang, sementara sembilan awak lainnya berhasil diselamatkan.
Kapal tanker di kawasan perairan dekat Selat Hormuz. Serangan drone terhadap MT Petro Dolphin di area labuh Sohar, Oman, menyebabkan dua pelaut India hilang, sementara sembilan awak lainnya berhasil diselamatkan.

 RADAR JOGJA – Serangan drone terhadap kapal tanker MT Petro Dolphin di perairan dekat Oman menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keselamatan pelayaran internasional. Insiden yang terjadi pada Minggu (11/10/2026) tersebut menyebabkan dua pelaut India hilang, sedangkan sembilan awak lainnya berhasil diselamatkan.

Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa kapal tanker tersebut membawa 11 pelaut berkewarganegaraan India saat diserang di area labuh Sohar, lepas pantai Oman. Setelah kejadian, operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai setempat untuk menemukan dua awak yang belum diketahui keberadaannya.

Pemerintah India berkoordinasi dengan otoritas Oman dan perusahaan pengelola kapal untuk mendukung proses pencarian. Kedutaan Besar India di Muscat turut memantau perkembangan insiden serta membantu penanganan awak kapal yang terdampak.

Hingga Senin (12/10/2026), dua pelaut tersebut masih dilaporkan hilang. Belum ada kepastian mengenai kondisi mereka maupun penyebab pasti serangan yang menghantam kapal tanker berbendera Nikaragua itu.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan kapal komersial di kawasan Selat Hormuz. Jalur laut ini memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia karena menjadi salah satu lintasan utama pengiriman minyak dan berbagai komoditas dari kawasan Teluk.

Baca Juga: Hari Baru Setengah Jalan, Energi Sudah Habis? Ini Cara Mengatur Ulang Rutinitas

Gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, meningkatkan risiko bagi awak kapal, serta menambah ketidakpastian bagi perusahaan yang bergantung pada kelancaran distribusi melalui jalur laut.

Selain MT Petro Dolphin, kapal tanker MT Valthera berbendera Kepulauan Marshall juga dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui asalnya pada hari yang sama. Insiden tersebut memicu kebakaran di atas kapal. Meski demikian, seluruh 11 pelaut India yang berada di kapal itu dilaporkan selamat.

Dua kejadian yang melibatkan kapal komersial tersebut mendorong pemerintah India menyampaikan kecaman terhadap serangan yang membahayakan pelaut dan mengganggu keselamatan pelayaran. Pemerintah India juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta perlindungan terhadap aktivitas perdagangan laut internasional.

Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap MT Petro Dolphin maupun proyektil yang mengenai MT Valthera. Karena itu, identitas pelaku dan motif serangan masih perlu menunggu hasil penyelidikan.

Baca Juga: Bukan Lagi Bahan Pangan Murah, Harga Telur di Jepang Melonjak Mendekati Rekor Termahal

Keselamatan awak kapal menjadi perhatian utama dalam situasi tersebut. Para pelaut yang bekerja di jalur pelayaran internasional menghadapi risiko ketika kapal mereka melintasi kawasan dengan tingkat ketegangan keamanan yang tinggi.

Pencarian terhadap dua pelaut India yang hilang masih menjadi prioritas. Koordinasi antara pemerintah India, otoritas Oman, dan pengelola kapal diharapkan dapat membantu menemukan kedua awak tersebut sekaligus memastikan penanganan terhadap seluruh pelaut yang terdampak.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya menjaga keamanan jalur perdagangan laut internasional. Selain melindungi kapal dan muatan, keselamatan pelaut juga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kelancaran perdagangan global.

(Maria Margaretha Nirong Gedo)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
pelaut india serangan drone kapal tanker insiden selat hormuz