GORKHA, NEPAL - Di lembah yang dikelilingi gunung tinggi di distrik Gorkha, Nepal, pagi itu berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan. Sungai Budhi Gandaki yang biasanya mengalir tenang tiba-tiba berubah menjadi arus deras berwarna cokelat gelap. Air bercampur lumpur dan puing-puing datang dengan kecepatan mengerikan, menyapu apa saja yang berada di jalurnya.
Warga yang sempat naik ke lereng lebih tinggi hanya bisa berdiri diam, memegang ponsel mereka dengan tangan gemetar. Mereka merekam bagaimana bangunan-bangunan di tepi sungai, beberapa dengan atap hijau yang mencolok, perlahan-lahan tergerus lalu hilang ditelan aliran. Suara gemuruh air bercampur teriakan dan doa yang terucap lirih.
Longsoran di kawasan Chumnubri Rural Municipality diduga menjadi pemicu utama. Tanah dan bebatuan menutup aliran sungai untuk sementara, membentuk bendungan alami. Ketika bendungan itu jebol, volume air yang tertahan keluar dengan kekuatan yang sulit dibayangkan. Tidak butuh hujan deras, hanya cukup satu peristiwa longsor untuk menciptakan bencana.
Jembatan yang menjadi penghubung antarwilayah ikut hanyut. Beberapa jembatan gantung dan jembatan kendaraan yang biasa dilalui warga setiap hari kini hanya tersisa fondasinya. Akses ke desa-desa di sekitarnya terputus. Orang-orang yang tinggal di dekat sungai harus buru-buru meninggalkan rumah mereka.
Sejumlah rumah dilaporkan hanyut atau rusak parah. Di beberapa titik, sekitar tiga puluhan bangunan terdampak. Ada juga kamp pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air yang ikut terkena. Kerugian materi terasa besar, tapi yang lebih berat adalah rasa kehilangan tempat tinggal bagi keluarga-keluarga sederhana di lereng Himalaya.
Baca Juga: Mencekam! Macan Tutul Kabur dari Kandang di Nepal, Warga Panik dan Petugas Berusaha Mengamankan
Dari ketinggian, orang-orang terus memandang ke bawah. Ada yang menutup mulut dengan tangan, ada yang berpegangan satu sama lain. Mereka tahu bahwa di bawah sana, mungkin masih ada tetangga atau kerabat yang belum sempat menyelamatkan diri. Ketegangan terasa di udara dingin pegunungan.
Otoritas setempat segera mengeluarkan peringatan. Warga di sepanjang aliran sungai diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tim penyelamat, termasuk tentara Nepal, dikerahkan. Helikopter dikirim untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses jalan darat.
Beberapa orang dilaporkan masih hilang. Pencarian terus dilakukan di tengah aliran yang belum sepenuhnya mereda. Setiap laporan tentang korban atau orang yang berhasil diselamatkan langsung menjadi lega bagi keluarga yang menunggu.
Sungai Budhi Gandaki merupakan bagian dari sistem sungai yang lebih luas di kawasan tersebut. Peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya di wilayah sekitar, mengingatkan bahwa pegunungan Himalaya selalu menyimpan risiko geologis yang tinggi. Tanah yang labil dan curam membuat longsor mudah terjadi.
Baca Juga: Awalnya Empat Kini Capai 200 Unit, Jip Nepal Van Java Tawarkan Jalur Sabuk Gunung Sumbing
Bagi warga Gorkha, pagi itu menjadi pengingat pahit tentang betapa rapuhnya kehidupan di dekat sungai gunung. Rumah yang dibangun dengan susah payah, jembatan yang menjadi urat nadi ekonomi lokal, semuanya bisa hilang dalam hitungan menit.
Saat video-video dari lokasi menyebar, banyak orang di luar Gorkha ikut merasakan ketegangan itu. Gambar air berwarna gelap yang mengamuk di antara tebing hijau menjadi saksi bisu kekuatan alam yang tak terduga. Di balik setiap rekaman, ada rasa takut, kelegaan karena masih selamat, dan doa untuk mereka yang terdampak.
Pemerintah dan lembaga terkait terus memantau kondisi sungai. Peringatan tetap berlaku bagi warga di hilir. Sementara itu, upaya pemulihan dan bantuan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal mulai disusun. Di tengah kehancuran, semangat gotong royong masyarakat pegunungan tetap menjadi harapan.
Editor : Iwa Ikhwanudin