RADAR JOGJA – Dua panda raksasa asal China bersiap menempati rumah baru di Amerika Serikat. Presiden China Xi Jinping mengumumkan Ping Ping dan Fu Shuang akan dipinjamkan ke Zoo Atlanta dan dijadwalkan tiba dalam beberapa hari ke depan.
Pengumuman tersebut disampaikan Xi saat berada di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Kamis (24/9). Kehadiran dua panda itu sekaligus melanjutkan kerja sama konservasi panda antara China dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Ping Ping merupakan panda jantan, sedangkan Fu Shuang adalah panda betina. Keduanya berasal dari Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding di China.
Rencana kedatangan dua panda tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya. Zoo Atlanta bersama China Wildlife Conservation Association pada April lalu telah mengumumkan adanya kesepakatan untuk kembali menghadirkan panda raksasa ke Atlanta.
Baca Juga: Diskresi Malah Jadi Mesin Korupsi, Prof Djo: Jangan Tunggu OTT Berikutnya
Kini, kepastian mengenai kedatangan Ping Ping dan Fu Shuang semakin jelas setelah Xi menyebut keduanya akan menuju Atlanta dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, pihak kebun binatang belum mengumumkan tanggal pasti kedatangan kedua satwa tersebut.
Kembalinya panda ke Atlanta menarik perhatian karena kota tersebut memiliki sejarah panjang dalam program konservasi panda. Zoo Atlanta sebelumnya menjadi rumah bagi panda raksasa selama sekitar 25 tahun.
Kerja sama sebelumnya berakhir pada 2024. Saat itu, empat panda yang berada di Atlanta, yakni Lun Lun, Yang Yang, Ya Lun, dan Xi Lun, dikembalikan ke China setelah masa kerja sama berakhir.
Kehadiran Ping Ping dan Fu Shuang nantinya akan membuka kembali perjalanan Zoo Atlanta dalam merawat salah satu satwa paling dikenal dari China tersebut.
Pengiriman panda ke berbagai negara juga kerap dikaitkan dengan istilah diplomasi panda. Praktik ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu bentuk pertukaran sekaligus kerja sama konservasi antara China dengan sejumlah negara.
Baca Juga: Italia vs Belgia di Nations League, Mancini Minta Azzurri Lupakan Hattrick Gagal Lolos Piala Dunia
Dalam perkembangannya, pola pengiriman panda mengalami perubahan. Jika pada masa lalu panda pernah diberikan sebagai hadiah, kini satwa tersebut umumnya ditempatkan di negara lain melalui skema peminjaman dan kerja sama konservasi.
Hubungan panda dengan Amerika Serikat sendiri memiliki sejarah panjang. Salah satu momen penting terjadi pada 1972 ketika sepasang panda dikirim ke Washington setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon ke China. Sejak saat itu, panda menjadi salah satu simbol yang kerap muncul dalam hubungan masyarakat kedua negara.
Program panda di Amerika Serikat sempat mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir seiring berakhirnya sejumlah perjanjian peminjaman. Namun, panda kembali hadir di beberapa kebun binatang melalui kesepakatan konservasi baru.
Kedatangan keduanya tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi pengunjung kebun binatang. Program tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama konservasi panda raksasa serta pertukaran pengetahuan mengenai perlindungan satwa.
Dalam beberapa hari mendatang, Ping Ping dan Fu Shuang dijadwalkan meninggalkan China menuju Atlanta. Kehadiran dua panda itu akan menghidupkan kembali sejarah panjang Zoo Atlanta bersama panda raksasa setelah berakhirnya program sebelumnya pada 2024.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber: ANTARA
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber