Gunung Sakurajima di Prefektur Kagoshima, Jepang, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Jumat (11/9).
Letusan yang berasal dari Kawah Minamidake tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 1.300 meter ke udara.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat erupsi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aktivitas vulkanik Gunung Sakurajima yang terdeteksi meningkat sejak Kamis (10/9).
Abu vulkanik yang terbawa angin berembus menyeberangi Teluk Kagoshima dan mencapai wilayah perkotaan, termasuk Kota Kagoshima.
Endapan abu tipis dilaporkan menyelimuti deretan jalan raya, kendaraan warga, hingga area pemukiman.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sasmiati Satya Widyastuti, Berdayakan Sesama lewat SAS Center di Kota Magelang
Akibat sebaran abu tersebut, jarak pandang para pengguna jalan mengalami penurunan secara signifikan. Selain membatasi pandangan pengendara, material abu halus yang menutupi aspal membuat kondisi permukaan jalan menjadi licin.
Para pengemudi imbau untuk memperlambat laju kendaraan demi mengantisipasi risiko kecelakaan.
Hingga Jumat, otoritas setempat mengonfirmasi belum ada laporan mengenai korban luka maupun kerusakan infrastruktur yang berarti.
Warga Kota Kagoshima masih beraktivitas seperti biasa, meski diimbau untuk memantau pembaruan informasi dari pihak berwenang secara berkala.
JMA hingga kini masih mempertahankan status Gunung Sakurajima pada Level 3 (Siaga). Area terlarang ditetapkan dalam radius 2 kilometer dari kawah Minamidake.
Zona bahaya ini diberlakukan guna mengantisipasi ancaman lontaran batu pijar berukuran besar dan potensi aliran awan panas.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker serta pelindung mata untuk menghindari paparan debu vulkanik yang berisiko mengganggu pernapasan dan penglihatan.
Baca Juga: Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang
Pihak otoritas terus menyiagakan personil untuk memantau pergerakan aktivitas vulkanik secara terukur.
Editor : Bahana.