Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Venezuela Diguncang Gempa Kembar Berkekuatan Besar 7,1 dan 7,5, Sebanyak 32 Orang Dilaporkan Tewas

Khansa Qisthi Fathinah • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:26 WIB
Gempa bumi Venezuela, Amerika.
Gempa bumi Venezuela, Amerika.

 


RADAR JOGJA - Gempa bumi magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, Amerika Selatan pada Rabu (24/6/2026) malam sekitar pukul 18.04 waktu setempat.

Menurut laporan Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama terjadi pada pukul 18:04 waktu setempat dan berpusat di dekat Kota San Felipe, sekitar 280 km di sebelah barat Ibu Kota Caracas.

USGS melaporkan adanya gempa susulan yang lebih kuat sesaat setelah gempa pertama, dengan magnitudo 7,5.

Pusat gempa kedua berada dekat kawasan Yumare, sedikit lebih ke utara dari gempa pertama.

Untuk saat ini, skala kerusakan belum diketahui.

Baca Juga: Prediksi Skor Jepang vs Swedia Piala Dunia 2026 Grup F, Tekad Samurai Biru Raih Tiket Fase Gugur

Namun, laporan warga dan foto-foto yang dikirim dari Caracas dan La Guaira menunjukkan sejumlah gedung runtuh.

Setidaknya 32 orang telah meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut dan sekitar 700 orang terluka, menurut presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez.

Ini adalah angka pertama yang dia sampaikan terkait jumlah korban meninggal dunia.

USGS mengatakan ada 44% kemungkinan bahwa jumlah korban jiwa melebihi 10.000 orang.

"Bencana ini kemungkinan meluas dan gempa susulan dengan guncangan kuat dapat terjadi," kata USGS.

Baca Juga: Menengok Sejarah Mataram Pasca Perjanjian Giyanti di Festival Kethoprak Kulon Progo 2026


Selain itu, terdapat juga risiko terjadinya tanah longsor dan likuifaksi di permukaan tanah.

Menanggapi situasi ini, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan status darurat.

Dia juga menunjuk seorang jenderal untuk mengawasi upaya tanggap darurat tersebut.

Rodríguez telah memimpin negara itu secara sementara sejak pendahulunya, Nicolás Maduro, ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada Januari dan dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba.

Bantuan dari berbagai negara akan segera berdatangan.

Baca Juga: Data Anak PNS Pendaftar Jalur Afirmasi Bakal Ditinjau Ulang, Dinsos P3A Gunungkidul Tunggu Data Lengkap untuk Pemutakhiran DTSEN


"Dua gempa besar yang baru saja melanda masyarakat Venezuela berskala sangat besar dan telah menyebabkan jumlah korban tewas yang menghancurkan," tulis Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

 "Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu!," imbuhnya.

Trump mengatakan telah menginstruksikan semua lembaga pemerintah untuk bersiap bergerak dengan cepat.


"Kami akan ada untuk sahabat baru dan hebat kami," tambahnya.

 

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di bidang Bantuan Luar Negeri Jeremy Lewin mengatakan, AS akan mengirimkan tim SAR, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

Baca Juga: Dana Nasabah Dijamin Aman, Staf BPR Magelang Dinonaktifkan Usai Terseret Kasus Korupsi Pengelolaan Kredit Rp 4 Miliar

Departemen Luar Negeri AS punya tim bantuan bencana yang sedang bekerja sama dengan pemerintahan sementara Venezuela, kata Lewin.

Negara-negara di Amerika Latin juga telah menawarkan bantuan.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengatakan negaranya telah menyiapkan 50 ton peralatan dan logistik, serta 300 anggota tim SAR yang siap diberangkatkan ke Caracas.


"Ekuador juga telah mengatur bantuan untuk segera dikirim ke Venezuela," kata Presiden Daniel Noboa Azin.

Baca Juga: Mengenal Kuswantoro, Penyandang Disabilitas Berprestasi di Olahraga Lari Rasakan Suasana Lebaran, Berpesan Gali K


Sementara itu, Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengatakan negaranya akan menilai langkah bantuan yang dapat diambil untuk mendukung "negara saudara" tersebut.


Menteri Luar Negeri Meksiko, Roberto Velasco Álvarez, juga menawarkan kepada Venezuela seluruh solidaritas dan dukungan yang dibutuhkan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengonfirmasi dalam pernyataan melalui siaran televisi pemerintah bahwa sejumlah rumah dan gedung runtuh akibat gempa.

Dia menambahkan bahwa semua badan keamanan dan bantuan, perlindungan sipil, relawan, pemadam kebakaran, polisi telah dikerahkan.

Baca Juga: Prediksi Skor Curacao vs Pantai Gading Piala Dunia 2026 Grup E, Mampukah The Blue Waves Ciptakan Kejutan?


Cabello mendesak semua warga Venezuela di daerah terdampak untuk meninggalkan bangunan.

Layanan gas alam yang memasok ribuan rumah di kota-kota Venezuela, dihentikan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kecelakaan.


Layanan listrik dan sinyal internet terputus setelah gempa di beberapa bagian kota.

Gempa terjadi pada hari libur di Venezuela, sehingga lebih banyak orang berada di rumah dibandingkan hari kerja biasa.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan orang berteriak dan berlari di dalam Bandara Internasional Maiquetía ketika terjadi kerusakan signifikan.

"Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Gempa Kembar #Gempa Venezuela #Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat #Caracas #venezuela