JOGJA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali menjadi sorotan setelah menyebut hantavirus sebagai “virus baru dan mematikan” terkait klaster kasus di kapal pesiar MV Hondius.
Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial, terutama karena hantavirus bukanlah virus baru.
Menurut keterangan resmi WHO, hingga saat ini telah dilaporkan delapan kasus penyakit pernapasan parah di kapal tersebut, dengan tiga kematian.
Lima di antaranya telah dikonfirmasi sebagai hantavirus strain Andes, yang dikenal dapat menular antarmanusia dalam kontak dekat dan berkepanjangan – meski jarang terjadi.
Baca Juga: Viral! Gus Miftah Apresiasi PSS Sleman, Guyur Bonus Rp 200 Juta
Kapal MV Hondius berbendera Belanda milik Oceanwide Expeditions berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dengan sekitar 150 penumpang dan kru dari berbagai negara.
Kapal menuju wilayah Antartika dan Atlantik Selatan sebelum kasus muncul.
Beberapa penumpang dilaporkan sempat mengunjungi area yang berpotensi terkontaminasi oleh kotoran rodent sebelum naik kapal.
Dalam briefing media, Tedros menyatakan: “Kita menghadapi virus baru dan mematikan.”
Namun, ia juga menekankan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan dinilai rendah.
WHO terus berkoordinasi dengan otoritas negara-negara terkait, termasuk Spanyol yang menjadi tujuan akhir kapal di Kepulauan Canary, serta melakukan contact tracing terhadap penumpang.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.500 per Dolar AS, Warga Jogja dan DIY Khawatir Harga Kebutuhan Naik
Hantavirus strain Andes memang endemik di Amerika Selatan, khususnya Argentina.
Virus ini biasanya ditularkan melalui kontak dengan rodent yang terinfeksi, bukan penularan mudah seperti virus pernapasan biasa.
Tingkat kematiannya bisa tinggi pada kasus parah, tetapi tidak menyebar secara casual di masyarakat umum.
Video pernyataan Tedros yang beredar luas di platform X (Twitter) memicu skeptisisme publik.
Banyak netizen mengingat pengalaman pandemi sebelumnya dan mempertanyakan narasi “virus baru” untuk hantavirus yang telah dikenal sejak lama.
Beberapa komentar menyebut ini sebagai upaya alarmisme berlebihan, sementara yang lain menunggu data lebih lanjut dari investigasi.
Baca Juga: Yakuza Maneges Resmi Dideklarasikan di Kediri, Ormas Dakwah Santri Jalur Kiri yang Tuai Pro Kontra
Saat ini, seluruh penumpang telah dievakuasi dan dimonitor di negara asal masing-masing selama periode inkubasi.
Otoritas kesehatan internasional menegaskan tidak ada indikasi penularan luas di luar kapal.
Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga kebersihan, dan mengikuti arahan otoritas kesehatan setempat apabila bepergian ke area rawan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin