Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Video Bocor Tunjukkan Bom Ribuan Kilogram Dimuat ke B-52 di RAF Fairford, PM Inggris Keir Starmer Diduga Bohong soal Keterlibatan Inggris

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:02 WIB

Akun  X @TMT_arabic merilis video berdurasi sekitar 1 menit yang disebut sebagai "laporan rahasia" dari seorang jurnalis Inggris.
Akun X @TMT_arabic merilis video berdurasi sekitar 1 menit yang disebut sebagai "laporan rahasia" dari seorang jurnalis Inggris.

LONDON – Sebuah video yang beredar luas di media sosial X menampilkan proses pemuatan bom seberat 2.000 pon ke pesawat pengebom B-52 milik Amerika Serikat di pangkalan RAF Fairford, Inggris. Klaim bahwa Perdana Menteri Keir Starmer berbohong kepada publik karena sebelumnya menyatakan Inggris tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran menuai kemarahan warganet.

Kontroversi baru meledak di Inggris setelah akun X

@TMT_arabic merilis video berdurasi sekitar 1 menit yang disebut sebagai "laporan rahasia" dari seorang jurnalis Inggris. Dalam rekaman tersebut terlihat personel militer AS sedang memuat bom berat 2.000 lb (sekitar 907 kg) ke pesawat B-52 Stratofortress di RAF Fairford, Gloucestershire.Postingan tersebut, yang dipublikasikan pada 20 Maret 2026, langsung viral dengan lebih dari 27 ribu likes, hampir 12 ribu repost, dan 1,2 juta views dalam waktu singkat. Narasi utama yang diusung adalah bahwa PM Keir Starmer telah "tertangkap berbohong" karena sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa Inggris tidak terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran, melainkan hanya memberikan izin penggunaan pangkalan secara terbatas untuk tujuan defensif.

Menurut pernyataan resmi Downing Street dan Kementerian Pertahanan Inggris sejak awal Maret 2026, Starmer awalnya menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam serangan ofensif awal terhadap Iran. Namun pada 1 Maret, ia menyetujui penggunaan RAF Fairford dan Diego Garcia untuk operasi "defensif" guna menghancurkan situs rudal Iran yang mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz serta sekutu Barat.

RAF Fairford, pangkalan udara yang dikelola USAF di Eropa untuk bomber berat, memang telah menjadi sorotan sejak Februari-Maret 2026. Media Inggris seperti BBC, The Guardian, dan The Telegraph melaporkan kehadiran B-52, B-1 Lancer, bahkan B-2 Spirit sejak awal konflik. Beberapa laporan menyebut warga sekitar pangkalan terganggu oleh suara take-off bomber yang menggetarkan rumah.

Namun video viral tersebut memicu tuduhan bahwa izin "defensif" itu hanyalah kedok, karena bom seberat 2.000 lb biasanya digunakan untuk serangan presisi atau penghancuran bunker – bukan sekadar pertahanan udara. Banyak netizen di X menilai hal ini menunjukkan keterlibatan Inggris lebih dalam daripada yang diakui pemerintah.

Beberapa reaksi warganet di utas tersebut:

Sebagian menyebut Starmer sebagai "pengkhianat rakyat" dan menuntut pengunduran diri.

Lainnya membantah klaim "rahasia", karena aktivitas di RAF Fairford sudah diberitakan media mainstream sejak awal Maret.

Ada pula yang menyoroti risiko eskalasi: "Jika Inggris jadi target balasan Iran, rakyat biasa yang menanggung akibatnya."

Sementara itu, pemerintah Inggris belum memberikan tanggapan resmi atas video spesifik tersebut hingga berita ini diturunkan. Kementerian Pertahanan hanya menegaskan kembali bahwa operasi dari RAF Fairford adalah bagian dari dukungan defensif kepada sekutu, bukan partisipasi langsung dalam serangan ofensif.

Baca Juga: Iran Tembakkan Dua Rudal Balistik Jarak Jauh ke Pangkalan Militer AS-Inggris di Diego Garcia, Jarak 4.000 Km dari Teheran!

Konflik AS-Israel-Iran yang meletus akhir Februari 2026 terus memanas, dengan Iran menutup Selat Hormuz dan melancarkan serangan balasan. Peran pangkalan Inggris seperti RAF Fairford kembali menjadi perdebatan sengit, mirip kontroversi era Perang Irak 2003. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Keterlibatan #bomber #berbohong #perdana menteri inggris #B52 bomber #Diduga #pesawat pembom