TEHERAN - Pengumuman penarikan kapal induk tercanggih Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford (CVN-78), dari wilayah Laut Merah memicu reaksi keras dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran.
Dalam pernyataan resmi yang viral di media sosial X, juru bicara militer Iran menyebut kepergian kapal senilai miliaran dolar itu sebagai bukti "kekosongan kekuatan militer AS" dan label "macan kertas" (paper tiger).
Video klip pernyataan IRGC yang diunggah akun @upholdreality pada 20 Maret 2026 telah ditonton jutaan kali.
Dalam rekaman tersebut, juru bicara IRGC menyatakan:
"Mengapa kapal perang seharga 13 miliar dolar harus takut pada speedboat murah ribuan dolar? Ini hanya macan kertas. Nasib Saddam Hussein menanti Trump dan Netanyahu."
IRGC Klaim Kemenangan Psikologis
Menurut pernyataan IRGC yang dikutip berbagai media Iran seperti Press TV, Tasnim, dan Mehr News, penarikan USS Gerald R. Ford dari zona operasi Barat Asia (termasuk Laut Merah dan sekitar Selat Hormuz) bukan sekadar rotasi biasa.
Mereka menilai ini sebagai "mundur memalukan" karena AS gagal mendukung pasukannya yang "lelah dan kalah" di tengah konflik berkepanjangan dengan Iran.
IRGC juga menyinggung insiden kebakaran di ruang laundry kapal tersebut pada 12 Maret 2026, yang memakan waktu lebih dari 30 jam untuk dipadamkan.
Kebakaran itu menyebabkan ratusan awak kehilangan tempat tidur dan harus beristirahat di lantai serta meja.
Dua pelaut mengalami luka ringan, sementara puluhan lainnya terpapar asap.
Fakta dari Sisi AS dan Respons Netizen
Sementara itu, pihak Angkatan Laut AS melalui US Central Command (CENTCOM) menegaskan bahwa kebakaran bersifat non-kombat dan kapal tetap operasional penuh saat insiden.
USS Gerald R. Ford kini sedang menuju pangkalan Angkatan Laut AS di Souda Bay, Kreta, Yunani, untuk perbaikan sementara dan istirahat kru setelah penugasan panjang sejak Juni 2025.
Banyak netizen di X justru menyoroti ironi pernyataan IRGC.
Beberapa menyebut ini propaganda klasik ala "Baghdad Bob" era Saddam Hussein, mengingat kapal induk pengganti seperti USS Abraham Lincoln disebut-sebut sudah dalam perjalanan.
Komentar populer termasuk: "Carrier diganti, bukan mundur" hingga "Mereka tak paham maintenance rutin."
Konteks Konflik yang Memanas
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026, termasuk serangan udara dan ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz serta Laut Merah.
Penarikan sementara USS Gerald R. Ford diyakini akan menciptakan celah strategis, meski AS menegaskan operasi tetap berjalan.
Pernyataan IRGC ini semakin memperkuat narasi propaganda Teheran untuk meningkatkan moral domestik di tengah tekanan militer yang terus berlanjut. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin