Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

AS Pilih Berdiri Sendiri di Selat Hormuz Tanpa Sekutu, Ajakan Trump Tidak Direspon Positif

Magang Radar Jogja • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:39 WIB

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 

RADAR JOGJA - Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyita perhatian.

Kali ini, bukan hanya soal ketegangan dengan Iran, tetapi juga tentang renggangnya hubungan dengan sekutu tradisionalnya di NATO.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa upaya Amerika Serikat untuk mengajak negara-negara NATO ikut serta dalam pengamanan Selat Hormuz tidak mendapatkan respons positif.

Banyak negara Eropa memilih untuk tidak terlibat, dengan alasan konflik tersebut bukan bagian dari mandat defensif aliansi tersebut.

Kondisi ini membuat Washington menghadapi situasi yang tidak biasa, dan berjalan tanpa dukungan penuh dari sekutu lamanya.

Selat Hormuz sendiri bukan jalur biasa.

Sekitar seperlima pasokan energi dunia melewati kawasan ini, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada stabilitas global.

Di tengah minimnya dukungan itu, Trump justru menunjukkan sikap percaya diri.

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap mampu mengamankan kawasan tersebut tanpa bantuan NATO.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa AS pada dasarnya tidak membutuhkan dukungan tambahan untuk menjalankan operasi tersebut.

Dilansir dari AP News, Trump bahkan menilai bahwa negara-negara sekutu tidak benar-benar memberikan dukungan nyata. 

Ia mengatakan bahwa AS tidak membutuhkan bantuan NATO untuk menjaga keamanan Selat Hormuz.

Sikap ini sekaligus mencerminkan pendekatan “America First” yang kembali menguat dalam kebijakan luar negeri AS.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan tanda tanya besar mengenai soliditas NATO di tengah krisis global yang semakin kompleks.

Di lapangan, ketegangan terus meningkat.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran telah memicu gangguan serius terhadap jalur pelayaran internasional.

Bahkan, beberapa laporan menyebut aktivitas pengiriman energi sempat terganggu secara signifikan, memicu lonjakan harga minyak dunia.

Kini, situasi di Selat Hormuz bukan hanya soal keamanan regional, tetapi juga menjadi cerminan perubahan peta geopolitik dunia.

Ketika sekutu memilih mundur, Amerika justru melangkah maju sendirian, membawa risiko, sekaligus menunjukkan ambisi untuk tetap menjadi pemain utama di panggung global. (Lintang Perdana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#donald trump #trump #nato #selat hormuz #as #Amerika Serikat