Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Iran Serang 2 Tanker Minyak di Teluk Irak, AS Balas Serangan: Perang Eskalasi, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus Rp3 Juta/Liter

Editor Content • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:16 WIB

Ilustrasi kapal tanker minyak terkena rudal.
Ilustrasi kapal tanker minyak terkena rudal.

TEHRAN – Ketegangan perang Timur Tengah semakin memanas! Pasukan Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker minyak asing di perairan Irak dekat pelabuhan al-Faw, Selasa (11 Maret 2026). Kapal langsung terbakar hebat, satu awak tewas, dan puluhan lainnya dievakuasi. Serangan ini terjadi sebagai balasan atas gempuran AS yang terus eskalasi konflik Iran-AS.

Peristiwa ini terjadi tepat di hari ke-12 konflik, di mana AS sebelumnya menghancurkan 16 kapal penambang ranjau Iran di Selat Hormuz. Selat strategis ini menjadi jalur utama 20% pasokan minyak dunia, sehingga ancaman blokade langsung mengguncang pasar global.

Kronologi Serangan Iran di Gulf: Tanker Terbakar, Awak Dievakuasi

Menurut laporan Reuters dan Al Jazeera, Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan menggunakan drone bawah air dan perahu bom. Dua tanker minyak asing di perairan Irak terbakar hebat, satu awak tewas, dan 38 orang diselamatkan. Irak langsung menutup operasi pelabuhan minyak al-Faw.

Serangan ini bagian dari gelombang balasan Iran setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara sejak 28 Februari 2026. Selain tanker, kapal kontainer di dekat Selat Hormuz juga kena proyektil, sementara fasilitas minyak di Bahrain dan UAE ikut diserang.

US Central Command (CENTCOM) merespons dengan menghancurkan kapal-kapal Iran yang diduga memasang ranjau. Presiden Donald Trump mengklaim “perang sudah dimenangkan”, tapi Iran justru memperingatkan dunia bersiap harga minyak tembus US$200 per barel (sekitar Rp3,2 juta per liter di pasar global).

Dampak ke Indonesia: Harga BBM Terancam Naik

Indonesia sebagai importir minyak terbesar di Asia Tenggara langsung terdampak. Analis memprediksi harga minyak mentah dunia bisa melonjak drastis dalam 24-48 jam ke depan. BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar di SPBU Jogja berpotensi ikut naik jika pemerintah tak intervensi.

“Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia. Kalau terganggu, dampaknya ke Indonesia langsung terasa di pom bensin dan inflasi,” ujar pengamat energi dari Yogyakarta. Masyarakat Jogja diimbau antisipasi kenaikan harga bahan pokok akibat biaya transportasi membengkak.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan Pertamina sedang memantau situasi. Cadangan strategis nasional disebut cukup untuk sementara waktu, tapi eskalasi perang bisa memicu krisis energi lebih luas.

Konflik pecah sejak AS-Israel serang Iran akhir Februari. Iran balas dengan ratusan rudal dan drone ke negara Teluk, termasuk Saudi, UAE, Kuwait, dan Bahrain. Kini fokus bergeser ke laut: Iran ancam tak izinkan “satu liter minyak pun” keluar dari Teluk Persia tanpa izinnya.

AS sudah eliminasi 16 kapal penambang ranjau Iran, tapi Iran terus serang kapal komersial. Setidaknya 6 kapal diserang dalam 2 hari terakhir. Situasi ini bikin perusahaan pelayaran internasional menghentikan rute melalui Selat Hormuz. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tanker minyak #kapal tanker #perang iran #selat hormuz #kapal perang