Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Panas Iran vs AS 28 Februari 2026: Serangan Israel-AS ke Teheran Picu Lonjakan Harga Minyak, Ini Dampaknya ke Indonesia dan Jogja

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 1 Maret 2026 | 05:59 WIB

Ketegangan antara Iran-AS kian memanas hingga Jumat (30/1/2026).
Ketegangan antara Iran-AS kian memanas hingga Jumat (30/1/2026).

RADAR JOGJA - Ketegangan geopolitik Timur Tengah memuncak setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Update situasi dari analis di media sosial menyoroti risiko krisis energi global yang bisa langsung dirasakan masyarakat Indonesia, termasuk kenaikan harga BBM dan inflasi di Yogyakarta serta Jawa Tengah.

Konflik Iran vs Amerika Serikat kembali memanas pada akhir Februari 2026. Pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah target strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran, diikuti konfirmasi operasi militer skala besar dari Presiden AS Donald Trump.

Menurut berbagai sumber internasional, serangan ini menyasar fasilitas program nuklir, sistem rudal balistik, serta pusat komando Garda Revolusi Iran. Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan melindungi kepentingan AS serta sekutunya.

Kegagalan perundingan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss (26-27 Februari 2026), menjadi pemicu utama eskalasi. Iran disebut sedang mempersiapkan "respons tegas" terhadap apa yang mereka sebut sebagai "agresi" yang melanggar Piagam PBB.

Indonesia Menyesalkan Eskalasi, Prabowo Siap Mediasi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan penyesalan mendalam atas gagalnya dialog damai. "Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah," tulis Kemlu RI di akun X resmi, Sabtu (28/2/2026).

Presiden Prabowo Subianto bahkan menyatakan kesiapan memfasilitasi mediasi, termasuk kemungkinan bertolak ke Teheran jika disetujui kedua belah pihak. Kemlu juga mengimbau WNI di wilayah konflik untuk tetap waspada, dengan sekitar 329 WNI dilaporkan terjebak di Iran akibat penutupan wilayah udara.

Dampak Ekonomi ke Indonesia: Harga Minyak Dunia Melonjak

Eskalasi ini langsung memicu kekhawatiran pasar global. Penutupan wilayah udara di Iran, Israel, Qatar, dan beberapa negara Teluk menyebabkan gangguan rantai pasok energi. Harga minyak dunia diprediksi melonjak tajam dalam 24-48 jam ke depan, berpotensi menembus level tertinggi sejak 2022.

Bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak, dampaknya nyata:  

- Kenaikan harga BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite) hampir pasti terjadi dalam waktu dekat.  

- Inflasi berpotensi meningkat, terutama komponen transportasi dan bahan pangan impor.  

- Di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, ongkos logistik angkutan barang dari pelabuhan Semarang atau Cilacap bisa naik 10-20%, memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan minimarket.  

- Sektor pariwisata Jogja juga terdampak tidak langsung jika harga tiket pesawat internasional naik akibat rerouting penerbangan menghindari Timur Tengah.

Seorang analis geopolitik di platform Threads (@imimamm) dalam utas terbarunya berbagi update situasi: 

"Situasi di Timur Tengah baru saja pecah ke level baru. Dampaknya buat kita di Indonesia termasuk ancaman terhadap stabilitas harga energi dan ekonomi domestik." Utas tersebut menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi dan pengelolaan aset likuiditas bagi masyarakat.

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah diimbau mempercepat subsidi energi terarah dan memantau stok BBM nasional. Masyarakat disarankan bijak dalam pengeluaran, hindari panic buying, serta ikuti update resmi dari Kemlu RI dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Israel #perang #timur tengah #iran #Amerika Serikat