Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Epstein Files, Skandal Menggemparkan di AS yang Melibatkan Tokoh-tokoh Penting Dunia: Ada Presiden AS Donald Trump dan Penemu Microsoft Software Bill

Bahana. • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:35 WIB

Jeffrey Epstein dan Donald Trump, keduanya disebut-sebut terlibat terkait Epstein Files (Instagram/@sheikhh_anaam)
Jeffrey Epstein dan Donald Trump, keduanya disebut-sebut terlibat terkait Epstein Files (Instagram/@sheikhh_anaam)
Media sosial diramaikan dengan isu mengenai perilisan Epstein Files (Dokumen Epstein), dokumen yang berisikan jejak dan bukti jaringan kejahatan seksual yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein dan kekasihnya, Ghislaine Maxwell.

Dokumen tersebut dirilis oleh Department of Justice (DOJ) atau Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada 19 Desember 2025.

Dalam dokumen tersebut, terdapat berbagai bukti berupa dokumentasi dalam bentuk foto, video, rekaman suara, transkrip dan lainnya yang menunjukkan keterlibatan Epstein dalam kasus perdagangan seksual.

Perlu diketahui bahwa wanita dan anak-anak di bawah umur diduga menjadi korban dalam kasus tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa tokoh penting juga diduga terlibat dalam kasus ini, seperti Presiden AS Donald John Trump, Presiden AS ke-42 Bill Clinton, Penemu Microsoft Software Bill Gates, Mantan Pangeran Kerajaan Britania Raya Andrew Albert Christian David Mountbatten-Windsor, bahkan ilmuwan terkenal Stephen Hawking, dan lainnya.

Tokoh-tokoh tersebut terlihat dalam dokumentasi berupa foto dan video. Selain itu, terdapat rekam jejak berupa surat, percakapan, dan rekaman suara.

Dokumen-dokumen tersebut dinilai kontroversial, terutama saat publik dihebohkan dengan munculnya berbagai gambar dan video yang menampilkan perempuan dan anak-anak di bawah umur yang membersamai para tokoh penting tersebut.

Epstein Files dirilis sebagai tindak lanjut dari House Resolution 4405 (H.R. 4405) Epstein Files Transparency Act atau Undang-undang Transparansi Berkas Epstein yang disahkan pada 19 November 2025 saat Kongres AS.

Tokoh-tokoh Penting Lainnya yang Tercantum dalam Dokumen Epstein

1. Bill Clinton

House Oversight Democrats dan DOJ merilis ratusan Epstein Files yang memuat keterlibatan Bill Clinton di dalamnya. Presiden ke-42 AS tersebut terlihat dalam beberapa dokumen, salah satunya adalah foto yang menunjukkan Bill Clinton sedang berendam di kolam renang bersama dua orang, salah satunya adalah seorang wanita yang disensor wajahnya.

Selain itu, foto lainnya menunjukkan Bill Clinton sedang memangku dan dirangkul perempuan yang wajahnya juga disensor, perempuan tersebut diduga masih di bawah umur.

2. Donald John Trump

Donald John Trump atau Donald Trump diketahui terlibat dalam kasus Epstein Files. Beberapa dokumen menunjukkan kehadiran Presiden AS tersebut pada beberapa foto dan video.

Salah satu video menunjukkan Jeffrey Epstein sedang bercanda dengan menawarkan anak perempuan yang diduga berusia 14 tahun kepada Donald Trump di Resor Mar-a-Lago pada sekitar tahun 1990-an.

Dalam video tersebut, Epstein berkata, “This is a good one, right? (Indonesia: yang ini bagus, kan?)” kepada Donald Trump.

Berbagai dokumen lainnya menunjukkan terdapat foto Donald Trump yang dikelilingi empat anak perempuan yang masih di bawah umur di dalam pesawat.

Selain itu, terdapat salah satu video yang menampilkan dirinya bersama Jeffrey Epstein, beserta tiga orang anak perempuan. Donald Trump menunjuk ke tiga anak perempuan yang masih kecil tersebut. Ketiganya terlihat memasang ekspresi ketakutan saat Donald Trump menunjuk ke mereka.

3. Bill Gates

Bill Gates diduga terlibat setelah publik dihebohkan dengan foto yang memuat dirinya bersama seorang perempuan. Dalam foto yang beredar, perempuan yang disensor wajahnya tersebut sedang berdekatan di samping Bill Gates.

Tidak hanya itu, foto lainnya juga menunjukkan Bill Gates sedang berfoto dengan seorang perempuan yang disensor wajahnya sambil memegang pinggang perempuan tersebut.

4. Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor

Pada tahun 2011 publik dihebohkan dengan pengakuan dari seorang wanita bernama Virginia Roberts Giuffre.

Virginia mengaku bahwa dirinya pernah melakukan perjalanan dengan Jeffrey Epstein ke berbagai negara saat dirinya masih remaja. Selain itu, Virginia juga mengaku bertemu dengan Pangeran Andrew dan dilecehkan.

Ia melaporkan bahwa dirinya dipaksa melakukan hubungan seks oleh Pangeran Andrew saat dirinya berusia 16 tahun.

Melansir dari Tempo.co, pelecehan tersebut terjadi beberapa kali di tempat yang berbeda, di antaranya di rumah milik Ghislaine Maxwell, mansion milik Epstein di Manhattan, dan di pulau pribadi Jeffrey Epstein di Kepulauan Virgin AS.

Atas kasus pelecehan tersebut, Raja Charles Philip Arthur George Mountbatten-Windsor atau Raja Charles III mencabut gelar Pangeran Andrew pada 30 Oktober 2025.

Selain itu, Salah satu foto dalam Epstein Files menunjukkan Pangeran Andrew bersama 6 perempuan yang diduga masih di bawah umur dan Ghislaine Maxwell yang berdiri memperhatikan.

Dari 6 orang tersebut, 5 di antaranya terlihat sedang memangku Pangeran Andrew dengan posisi terlentang menyamping.

Selain itu, tokoh-tokoh penting yang diduga terlibat lainnya yaitu di antaranya: Woody Allen; Steve Bannon; Noam Chomsky; Mick Jagger; Chris Tucker; Elon Musk; dan yang masih menjadi perdebatan, yaitu Michael Jackson.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua nama-nama yang tercantum dalam Dokumen Epstein merupakan tersangka. Beberapa dokumen hanya menunjukkan keterlibatan berupa transaksi, percakapan telepon, atau interaksi melalui surat pada umumnya.

Pada Jumat (30/1) lalu, mengutip dari Narasi Newsroom, DOJ telah merilis Dokumen Epstein dengan lebih dari 3 juta halaman dokumen, 18.000 gambar, dan 2.000 video.

Perilisan dokumen tersebut semakin menggemparkan publik dan menilai bahwa tokoh-tokoh terkenal dunia yang diduga terlibat sudah seharusnya bertanggung jawab dan ditangkap.

Laporan terhadap Epstein di Tahun 1996 dan Tuntutan Penjara di Tahun 2008.

Pada tahun 1996, kakak beradik bernama Maria Farmer dan Annie Farmer mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh Jeffrey Epstein dan melapor kepada Federal Bureau of Investigation (FBI) dan New York City Police Department (NYPD). Meskipun demikian, pada saat itu laporan keduanya belum ditindaklanjuti.

Maria Farmer yang sebelumnya merupakan seniman yang bekerja untuk Jeffrey Epstein tersebut juga melaporkan bahwa Jeffrey Epstein mencuri foto-foto yang memuat saudara perempuannya yang berusia 12 dan 16 tahun dan ia meyakini bahwa Jeffrey Epstein menjual foto-foto tersebut.

Dalam laporan tersebut, Maria mengaku bahwa Jeffrey Epstein mengancam akan membakar rumahnya dan membuatnya kecelakaan di jalan raya jika ia melaporkan Jeffrey Epstein. Ancaman tersebut sempat membuat Maria ketakutan dan bersembunyi di daerah terpencil di California Utara supaya dirinya aman.

Selama bertahun-tahun, Maria berusaha melaporkan kasus tersebut terhadap pihak berwenang. Namun sayangnya, laporan tersebut tidak ditanggapi secara serius.

Melansir dari The Washington Post, kasus Jeffrey Epstein kembali mencuat setelah polisi di Florida mendapatkan laporan dari keluarga seorang anak perempuan berusia 14 tahun.

Keluarga tersebut mengaku bahwa Jeffrey Epstein melakukan eksploitasi seksual terhadap anak mereka. Sejak saat itu, pihak kepolisian mulai menanggapi kasus Jeffrey Epstein dan mulai melakukan penyelidikan.

Melansir dari Independent United Kingdom (UK), Jeffrey Epstein akhirnya mengaku bersalah atas tuduhan menawarkan jasa prostitusi anak di bawah umur dan dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Meskipun demikian, Jeffrey Epstein hanya menjalani 13 bulan penjara. Ia dibebaskan pada Juli 2009 dan wajib mendaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Epstein Bunuh Diri di Penjara dan Dirilisnya Epstein Files

Pada tahun 2019, Jeffrey Epstein kembali ditangkap atas dugaan kasus perdagangan seksual terhadap anak-anak.

Namun, di tahun yang sama, tepatnya pada 10 Agustus 2019 Jeffrey Epstein ditemukan tewas di dalam penjara yang diduga akibat bunuh diri. Kematiannya tersebut memicu berbagai teori konspirasi dan ramai diperbincangkan publik.

Meskipun demikian, kasus ini kembali mencuat di tahun 2025 setelah Undang-undang Transparansi Berkas Epstein disahkan.

Setelah DOJ merilis Epstein Files pada Jumat (19/12), kasus tersebut kembali ramai di media sosial setelah mengetahui adanya dugaan keterlibatan tokoh-tokoh penting dunia melalui dokumen yang dirilis.

Banyak dokumen berupa foto, video, rekaman, transkrip, dan lainnya yang diduga diambil di pulau-pulau pribadi milik Jeffrey Epstein yang di antaranya berada di Little Saint (St.) James, Kepulauan Virgin AS. Usai perilisan terakhir pada Jumat (30/1), DOJ telah mengklaim bahwa perilisan Dokumen Epstein dinyatakan selesai.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#Amerika Serikat #Epstein Files