RADAR JOGJA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.
Pertemuan mereka membahas kesepakatan dagang.
Terutama terkait kenaikan tarif 100 persen untuk China.
Kesepakatan tersebut dibahas ketika keduanya bertemu di KTT ASEAN Malaysia 2025, pada 26-28 Oktober kemarin.
Melansir dari Reuters, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent mengatakan bahwa dalam kesepakatan pertemuan tersebut kebijakan tarif 100 persen pada China yang berlaku mulai 1 November 2025 itu memiliki kemungkinan dihapuskan.
Bessent juga menambahkan jika penghapus kebijakan tersebut akan terjadi jika kembali mengekspor logam tanah jarang yang dibutuhkan dalam sektor teknologi dan industri.
Sebaliknya China dapat kembali mengimpor kedelai dari Amerika.
Menanggapi kesepakatan yang dibahas pada pertemuan tersebut negosiator perdagangan Tiongkok, Li Chenggang mengatakan bahwa pertemuan mereka di tahap konsensus awal.
Dia juga menyampaikan jika sikap Amerika cukup tegas sementara Tiongkok berprinsip untuk mempertahankan kepentingan dan haknya sendiri.
Sementara Bessent mengatakan jika kesepakatan kerja tersebut berjalan dengan sukses.
Masih dalam tahap awal, finalisasi kesepakatan kerja ini akan dibahas kembali dalam pertemuan yang sudah direncanakan pada 30 Oktober 2025 mendatang di Gyeongju, Korea Selatan.
Sebelumnya Trump memberikan ancaman tarif pada China sebesar 130 persen, jika membatasi ekspor logam jarang yang sangat dibutuhkan untuk industri dan teknologi.
Kebijakan tersebut yang akan berlaku pada 1 November mendatang kini menjadi hilalnya kebijakan tersebut akan dihapus.
Dengan adanya kesepakatan yang baru terkait perdagangan ini dapat membantu meningkatkan pasar ekonomi global terlebih lagi dalam industri teknologi dan industri. (Safira Ratih)