Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapal Sumud Flotilla Dicegat Israel, Ribuan dari Belahan Negara Turun Melakukan Aksi Protes

Magang Radar Jogja • Jumat, 3 Oktober 2025 | 23:22 WIB
Kapal Aktivis Kemanusiaan Sumud Flotilla.
Kapal Aktivis Kemanusiaan Sumud Flotilla.

RADAR JOGJA - Armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan Gaza, Sumud Flotilla Ship dicegat oleh kapal militer Israel pada Rabu (1/10/2025) di sekitar perairan internasional, sekitar 70 mil laut dari pesisir Gaza.

Setidaknya ada 19 kapal yang dihentikan ketika hampir sampai di pesisir wilayah palestina tersebut, termasuk aktivis kemanusiaan Greta Thunberg dan ratusan rekan aktivis lainnya yang ikut ditangkap dan dibawa ke Israel.

Sejumlah 13 armada kapal ditangkap dari 45 kapal dan sisanya berhasil meloloskan diri dan melanjutkan perjalanannya menuju Gaza.

Para aktivis sempat mengunggah video melalui telegram menyebut bahwa mereka diculik dan dibawa ke Israel secara paksa, mereka menegaskan jika misi Flotilla dilakukan tanpa menggunakan kekerasan serta menganggap penangkapan yang dilakukan oleh Israel adalah ilegal dan disebut sebagai kejahatan perang.

Penangkapan kapal Flotilla ini mendapat reaksi keras dari berbagai negara dan mengkritik penangkapan yang dilakukan oleh Israel tersebut.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro yang mengusir seluruh diplomat Israel yang berada di Kolombia serta membatalkan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel.

Di Italia, ribuan warga turun ke jalan dan serikat pekerja menyerukan mogok nasional pada hari jumat untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan Flotilla dan Gaza.

Aksi serupa juga terjadi di Yunani, dan Spanyol juga melakukan aksi protes besar besaran di Ibu kota mereka masing masing, para demonstran juga mengecam tindakan Israel tersebut.

Selain itu negara Eropa lain seperti Belgia, German, dan Prancis juga melakukan aksi protes dan menentang tindakan Israel tersebut.

Aksi protes yang dilakukan ini juga menyerukan bendera Palestina.

Kementerian Luar Negeri Turki menganggap tindakan Israel sebagai tindakan terorisme yang melanggar hukum internasional dan membahayakan nyawa yang tidak bersalah.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Tingkatkan Kolaborasi dengan Dunia Usaha untuk Atasi Stunting Hingga Konservasi Alam

Tak hanya itu Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim dalam pernyataannya di X, mengatakan bahwa ia akan mengambil tindakan yang sah secara hukum atas pertanggungjawaban Israel.

Sumud Flotilla Ship adalah armada kapal yang bertujuan untuk membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza dengan melalui jalur blokade laut yang diberlakukan oleh Israel.

Kapal ini terdiri dari sekitar 45 kapal dan berangkat dan diikuti oleh 500 aktivis dan politisi ini berangkat dari pelabuhan Spanyol pada awal September 2025. (Safira Ratih)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#aktivis kemanusiaan #Israel #gaza #presiden kolombia #Aksi Protes #perdana menteri malaysia #Gustavo Petro #Kapal Flotilla #anwar ibrahim #Kapal Sumud Flotilla