Meitika Candra Lantiva• Jumat, 18 Juli 2025 | 17:03 WIB
Ilustrasi impor.
RADAR JOGJA — Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati langkah besar dalam hubungan dagang bilateral, Kamis (17/7/2025).
Dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC, kedua negara menyetujui penurunan tarif impor produk Indonesia menjadi 19%, menghindari rencana penaikan hingga 32% yang sempat dipertimbangkan oleh Washington.
Kesepakatan ini dicapai setelah serangkaian negosiasi diplomatik selama beberapa bulan, menandai komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia akan melakukan pembelian besar-besaran terhadap produk strategis dari Amerika Serikat, yaitu:
• 50 unit pesawat Boeing untuk mendukung modernisasi armada penerbangan nasional,
• Produk energi (termasuk gas alam cair dan teknologi bersih) senilai US$15 miliar,
• serta produk pertanian seperti kedelai, jagung, dan daging sapi senilai US$4,5 miliar.
Total nilai perdagangan diperkirakan melebihi US$25 miliar dalam lima tahun ke depan, dengan skema pengadaan bertahap dan dukungan finansial bilateral.
Penurunan tarif ini menjadi angin segar bagi pelaku ekspor dalam negeri, terutama di sektor tekstil, furnitur, alas kaki, dan makanan olahan.
Dengan tarif yang kini lebih kompetitif dibanding negara berkembang lain tanpa perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan AS, produk Indonesia diperkirakan akan semakin kompetitif di pasar Amerika.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kesepakatan ini sebagai hasil nyata dari diplomasi ekonomi.
“Kesepakatan ini membuka ruang ekspansi ekspor dan memperkuat fondasi industri strategis nasional, khususnya penerbangan dan energi,” ujarnya.
Di luar sektor dagang, kesepakatan ini juga mencerminkan penguatan hubungan strategis Indonesia–AS di bidang teknologi, pertahanan, dan ketahanan energi.
Indonesia kini dipandang sebagai mitra penting bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik oleh pemerintah AS.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip nonblok, namun terbuka untuk kolaborasi saling menguntungkan.
“Ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang kepercayaan dan masa depan perdagangan yang adil,” tegas Presiden Prabowo.
Pengiriman perdana pesawat Boeing dijadwalkan dimulai pada kuartal pertama 2026, dengan pelatihan teknis bagi personel Indonesia sebagai bagian dari paket kerja sama.
Di sisi lain, pemerintah mulai menyusun regulasi teknis untuk memastikan produk pertanian dari AS tetap sesuai dengan standar nasional.
Kesepakatan ini mencerminkan pencapaian strategis dalam diplomasi ekonomi Indonesia.
Penurunan tarif impor bukan sekadar pencapaian taktis, tapi langkah nyata menuju sistem perdagangan internasional yang lebih setara, sekaligus mendorong modernisasi industri domestik.
Dengan kerja sama ini, Indonesia tidak hanya memperkuat daya saing ekspor, tetapi juga memperluas jaringan mitra strategis untuk masa depan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaulat.