RADAR JOGJA - Ribuan warga Israel berebut menuju Bandara Internasional Ben Gurion setelah kekhawatiran atas serangan Iran mereda, berharap dapat meninggalkan negara itu.
Namun, situasi berubah mendadak ketika pihak berwenang mengumumkan penutupan total bandara “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, membuat ribuan terjebak dalam ketidakpastian.
Penutupan ini diumumkan segera setelah serangan drone dan rudal Iran yang meningkat, sebagai langkah perlindungan terhadap potensi ancaman udara.
Otoritas penerbangan sipil Israel mengonfirmasi pada Jumat pagi, 13 Juni, bahwa semua penerbangan masuk dan keluar dihentikan demi “meminimalkan risiko terhadap penumpang dan pesawat”.
Sejak itu, lebih dari 50.000 hingga 100.000 warga, termasuk wisatawan asing dan pelancong lokal yang sedang dalam perjalanan, mendapati diri mereka terdampar.
Mereka mengantre panjang di terminal yang lengang, sebagian menginap di kursi tunggu, sebagian lainnya mencari akomodasi darurat di kota-kota terdekat.
El Al dan maskapai lokal Israir serta Arkia telah memindahkan armada mereka ke luar negeri untuk menghindari risiko serangan.
Maskapai nasional El Al mengumumkan pembatalan semua penerbangan hingga setidaknya 19 Juni, bahkan beberapa tujuan hingga 23 Juni.
Pemerintah kemudian meluncurkan operasi “Safe Return”, bertujuan memulangkan warga secara bertahap setelah memastikan kondisi keamanan.
Namun, eksodus massal dilarang, pejabat keamanan menegaskan bahwa tidak ada warga yang boleh meninggalkan negara begitu jalur evakuasi dibuka, guna mencegah kerumunan berbahaya dan menahan risiko serangan di area bandara.
Konsekuensi dramatis ini memaksa banyak orang mencari alternatif keluaran melalui perbatasan darat ke Yordania atau Mesir, meski otoritas nasional mengingatkan level ancaman masih tinggi di perbatasan tersebut.
Kini, di dalam negeri, warga menunggu kepastian kapan bandara akan dibuka kembali.
Sebagian menyatakan kelelahan dan kegelisahan, sementara yang lain berharap armada evakuasi segera bergerak.
Hingga sekarang, tidak ada tanggal pasti untuk pembukaan kembali Bandara Ben Gurion, menandakan situasi tetap genting dan membebani kehidupan warga yang berharap kembali ke rumah. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva