Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Indonesia dan Uni Eropa Siap Rampungkan FTA Akhir Juni 2025: Peluang Emas untuk Ekspor Nasional

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 10 Juni 2025 | 00:25 WIB
Ilustrasi Ekspor.
Ilustrasi Ekspor.

RADAR JOGJA - Setelah sembilan tahun proses negosiasi penuh dinamika, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya berada di ambang kesepakatan final Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa penuntasan perjanjian ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2025.

“Progres negosiasi FTA dengan Uni Eropa sudah sangat signifikan. Harapannya, pada akhir Juni kita bisa menyelesaikan seluruh bab pembahasan,” tegas Airlangga dalam konferensi pers pekan ini.

Perjanjian ini secara resmi dikenal sebagai IEU–CEPA (Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement), dan telah dinegosiasikan sejak 2016.

FTA adalah bentuk kerja sama perdagangan yang bertujuan menghapus atau menurunkan hambatan tarif dan non-tarif antara dua pihak.

Dalam hal ini, Indonesia dan Uni Eropa sepakat membuka akses pasar yang lebih luas dan adil untuk kedua belah pihak.

Kesepakatan ini mencakup 16 bab utama, termasuk:

• Tarif bea masuk
• Perdagangan jasa dan investasi
• Standar keberlanjutan dan lingkungan
• Hak kekayaan intelektual
• Perlindungan pekerja dan penyelesaian sengketa

Bila disepakati akhir Juni ini, FTA akan membuka peluang besar bagi ekonomi nasional:

• Penghapusan tarif hingga 0% bagi sekitar 80% ekspor utama Indonesia ke Uni Eropa.


• Akses pasar lebih luas untuk sektor unggulan, seperti: Minyak sawit dan turunannya, alas kaki dan pakaian jadi, hasil laut bernilai tinggi seperti udang, tuna, dan rumput laut.

Kemudian produk pertanian olahan dan industri manufaktur, penyederhanaan hambatan teknis, seperti proses sertifikasi dan standar mutu, yang selama ini menjadi penghambat utama akses ke pasar Eropa.

Uni Eropa saat ini merupakan mitra dagang keempat terbesar Indonesia, setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

Pada 2024, nilai perdagangan bilateral dengan Eropa mencapai lebih dari €30 miliar, dan masih memiliki potensi pertumbuhan besar.

Dengan FTA ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga penyedia produk bernilai tambah dan berorientasi teknologi.

Walau progres signifikan telah dicapai, sejumlah isu krusial sempat memperlambat proses negosiasi:


• Isu keberlanjutan dan lingkungan, termasuk kekhawatiran Eropa atas dampak deforestasi dari industri sawit.


• Standar produk geografis dan teknis, seperti perlindungan indikasi asal (geographical indications/GI).


• Ketidaksepakatan dalam regulasi digital dan mekanisme penyelesaian sengketa investasi.

Namun, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa mayoritas isu tersebut kini telah memasuki tahap finalisasi teknis, dan tinggal menunggu persetujuan politik akhir dari kedua belah pihak.

Airlangga menekankan bahwa perjanjian ini adalah bagian penting dari strategi diversifikasi ekspor nasional, dan mendorong transformasi sektor industri.

“Kesepakatan ini penting untuk meningkatkan daya saing kita di pasar global, sekaligus memperluas pasar ekspor non-tradisional,” ujarnya.

Pemerintah juga akan meluncurkan program pendampingan khusus bagi UMKM dan industri padat karya, agar mereka dapat beradaptasi dan memanfaatkan peluang FTA secara maksimal.

Kesepakatan FTA Indonesia-Uni Eropa bukan hanya tentang penghapusan tarif melainkan sebuah langkah strategis menuju integrasi lebih kuat dalam rantai pasok global.

Bila disahkan sesuai target akhir Juni 2025, Indonesia akan memasuki era baru perdagangan internasional, dengan akses pasar lebih terbuka, daya saing lebih tinggi, dan peluang ekspor yang lebih luas.

Kini, tantangan selanjutnya adalah memastikan implementasi yang merata, agar seluruh sektor usaha dari industri besar hingga UMKM ikut merasakan manfaat dari kesepakatan bersejarah ini. (Tri Advent Sipangkar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#free trade agreement #Akses pasar #ekspor nasional #uni eropa #UMKM #proses negosiasi #Indonesia