Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Donald Trump Cabut Izin Universitas Harvard Terima Mahasiswa Internasional, Dunia Akademik Geger

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 25 Mei 2025 | 21:15 WIB
Harvard University.
Harvard University.


RADAR JOGJA - Dunia pendidikan tinggi internasional gempar.

Mantan Presiden Amerika Serikat yang kembali mencalonkan diri, Donald Trump, mengambil langkah mengejutkan.

Dia mencabut izin Universitas Harvard untuk tidak menerima mahasiswa internasional atau mahasiswa asing.

Keputusan ini sontak menuai kontroversi global dan menjadi perbincangan hangat, termasuk di kalangan akademisi dan mahasiswa Indonesia.


Langkah ini diumumkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, yang menyatakan bahwa Harvard dianggap tidak lagi memenuhi syarat dalam program Student and Exchange Visitor Program (SEVP).

SEVP merupakan sistem yang memungkinkan perguruan tinggi di Amerika menerima mahasiswa asing secara legal.


Tuduhan Serius dan Ketegangan Politik


Pemerintahan Trump menuding Harvard telah gagal memberikan data yang diminta terkait mahasiswa asing, serta menuduh kampus tersebut mendukung ideologi anti-Israel melalui kebijakan diversity, equity, and inclusion (DEI).

Lebih lanjut, tudingan mengarah pada dugaan keterlibatan institusi ini dalam kegiatan “pelatihan” bagi individu yang terkait dengan Partai Komunis Tiongkok.

Tak hanya itu, Trump juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai "lingkungan anti-Yahudi" di beberapa kampus elite AS.


Bagi mahasiswa internasional, termasuk yang berasal dari Indonesia, kabar ini menjadi pukulan telak.

Harvard tercatat sebagai salah satu destinasi utama bagi pelajar Indonesia untuk studi pascasarjana, terutama di bidang hukum, kebijakan publik, dan ilmu sosial.


Harvard Melawan, Mahasiswa Gelisah


Pihak Universitas Harvard membantah keras seluruh tuduhan tersebut dan menyebut pencabutan izin ini sebagai serangan politis yang tidak berdasar.

Mereka mengonfirmasi tengah menyiapkan langkah hukum untuk melawan kebijakan tersebut dan memastikan dukungan bagi ribuan mahasiswa asing yang kini nasibnya tergantung.

Sekitar 6.800 mahasiswa internasional yang tengah belajar di Harvard kini menghadapi ketidakpastian.

Mereka terancam harus pindah ke kampus lain atau kembali ke negara asal jika izin belajar mereka tidak segera diperbaharui.

Di media sosial, muncul berbagai dukungan bagi mahasiswa-mahasiswa yang terdampak, termasuk dari diaspora Indonesia di AS.


Reaksi di Indonesia


Sejumlah lembaga beasiswa di Indonesia, termasuk LPDP dan kampus pengirim seperti UI dan ITB, mulai memantau situasi ini secara intensif.

Belum ada konfirmasi jumlah mahasiswa Indonesia di Harvard yang terdampak, namun beberapa mahasiswa menyatakan kekhawatiran terhadap status visa mereka.


Langkah ini juga memicu diskusi hangat di kalangan netizen Indonesia.

Sebagian menilai keputusan Trump sebagai bentuk represi politik, sementara yang lain menganggapnya sebagai strategi kampanye menjelang pemilu presiden AS yang kembali memanas. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Mahasiswa #donald trump #mahasiswa internasional #dunia akademik #geger #Harvard #trump #Ketegangan politik #universitas harvard