Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korea Selatan Pajang Puisi 'Aku' Chairil Anwar di Stasiun Yeouido dan Gangnam

Iwa Ikhwanudin • Senin, 7 April 2025 | 16:45 WIB
Potret Puisi "Aku" karya Chairil Anwar di stasiun kereta bawah tanah, Korea Selatan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul.
Potret Puisi "Aku" karya Chairil Anwar di stasiun kereta bawah tanah, Korea Selatan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul.

RADAR JOGJA - Sebuah kebanggaan atas puisi legendaris penyair Indonesia, "Aku" karya Chairil Anwar, kini terpampang di Stasiun Yeouido dan Stasiun Gangnam.

Melalui Program Puisi Multinasional yang diusung oleh Pemerintah Kota Seoul sejak 2008, puisi ini menjadi salah satu dari 26 negara lainnya yang karyanya turut menghiasi stasiun kereta bawah tanah.

Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Zelda Wulan Kartika, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah hasil kolaborasi antara KBRI Seoul dan Pemerintah Kota Seoul guna memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan.

“Kami ingin memperkenalkan bahasa Indonesia melalui puisi kepada masyarakat Korea. Ide inovatif ini sejalan dengan misi kami untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam mempromosikan pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea,” tutur Zelda dalam tayangan YouTube Arirang TV We Are Diplomats, Sabtu (8/3/2025).

Puisi "Aku" karya sang maestro ini ditampilkan dalam dua versi bahasa, yaitu bahasa Korea dan bahasa Indonesia dan berlokasi di dua stasiun.

Pertama, Stasiun Yeouido: Jalur 5, Peron 8-2 dan 8-3. Kedua, di Stasiun Gangnam: Jalur 2, Peron 3-3 dan 3-4.

Pemilihan Puisi "Aku" tentu saja memiliki sebab musabab yang penting.

Zelda menyampaikan bahwa puisi ini mencerminkan semangat perjuangan, keberanian dan keteguhan seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Aku" karya Chairil Anwar adalah sebuah deklarasi kuat tentang jati diri, perlawanan, dan ketahanan. Puisi ini mewujudkan semangat kebebasan individu dan tekad untuk hidup secara autentik,”kata Zelda.

“Chairil Anwar bukan hanya seorang penyair bagi Indonesia, tetapi juga tokoh budaya dan sejarah."

"Ia sangat dihormati oleh semua generasi di Indonesia sebagai bapak puisi modern dan simbol perjuangan bangsa,”tambah Zelda. 

Melalui hal ini, menandai semakin eratnya hubungan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan dan potensi bahasa juga sastra Indonesia semakin dikenal luas di kancah internasional.

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Dipajang #seoul #puisi #Korea Selatan #Khairil Anwar