Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Deep Seek AI Buatan China Guncang Pasar Global, Tantang Dominasi AS di Industri AI

Bahana. • Kamis, 30 Januari 2025 | 18:25 WIB

Deep Seek AI buatan China
Deep Seek AI buatan China
RADAR JOGJA - Kemunculan Deep Seek AI buatan China telah mengguncang pasar global dan memicu pergeseran besar di industri kecerdasan buatan.

Aplikasi yang baru diluncurkan ini membuktikan dirinya sebagai pesaing serius bagi ChatGPT besutan OpenAI, dengan biaya pengembangan yang jauh lebih rendah di pasar AI.

Biaya Pengembangan Lebih Rendah

Deep Seek berhasil mengembangkan chatbot canggih yang hanya membutuhkan biaya sekitar USD 5 juta, sebuah prestasi yang sangat mengejutkan mengingat perusahaan-perusahaan besar di AS menghabiskan miliaran dolar untuk mencapai hasil yang serupa.

Bahkan dengan pembatasan akses terhadap teknologi chip canggih akibat sanksi AS, Deep Seek berhasil menciptakan aplikasi yang mampu menyaingi AI terkemuka di dunia.

Dengan biaya pengembangan yang hanya USD 6 juta, model Deep Seek-V3 sumber terbuka ini langsung menarik perhatian dunia.

Sementara pesaing-pesaingnya seperti OpenAI dan perusahaan-perusahaan besar di Silicon Valley menghabiskan sumber daya tak terhitung, Deep Seek berhasil menciptakan produk serupa dengan biaya yang jauh lebih efisien.

Dampak Pada Pasar Saham Global

Lonjakan popularitas Deep Seek yang pesat telah mempengaruhi pasar saham, terutama saham perusahaan-perusahaan teknologi besar di AS.

Pada Senin, 27 Januari 2025, saham Nvidia, Microsoft, dan Meta mengalami penurunan tajam.

Nvidia sebagai produsen chip AI terbesar di dunia mengalami penurunan sebesar 13,6% dan kehilangan sekitar USD 500 miliar dari kapitalisasi pasar mereka.

Momen Sputnik AI

Marc Andreessen, pemodal ventura dari Silicon Valley sekaligus penasihat Donald Trump, menyebut Deep Seek-R1 sebagai “momen Sputnik AI”.

Sebutan ini merujuk pada peluncuran satelit Sputnik oleh Uni Soviet pada tahun 1957, yang mengejutkan Amerika Serikat dengan pencapaian teknologi rival mereka.

Di sisi lain, Vivek Ramaswamy, seorang pengusaha dan politisi AS, menyebutnya sebagai “momen Sputnik yang baik” dan menyerukan agar AS tidak panik, melainkan bangkit untuk menghadapi tantangan ini dan memperkuat posisi mereka di pasar teknologi global.

Serangan Siber Mengintai Keberhasilan Deep Seek

Perusahaan ini baru-baru ini menjadi target serangan siber besar-besaran pada 27 Januari 2025. Serangan ini menyebabkan perusahaan untuk sementara membatasi pendaftaran pengguna baru.

Insiden ini terjadi setelah aplikasi Deep Seek meraih popularitas tinggi di Apple App Store dan Google Play Store di AS.

Deep Seek mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan bahwa layanan pendaftaran kini telah kembali normal setelah penyidikan dan perbaikan dilakukan.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#deep seek #ai #pasar global #china