Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Donald Trump Tegaskan Kebijakan Gender di Amerika Serikat: Hanya Ada Dua Jenis Kelamin

Bahana. • Rabu, 22 Januari 2025 | 01:05 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial sebelum dilantik.
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial sebelum dilantik.

RADAR JOGJA - Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump menegaskan kebijakan resmi pemerintahan dengan menyatakan, Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan.

“Mulai hari ini, kebijakan resmi pemerintah Amerika Serikat adalah hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, ujar Trump di Capitol Rotunda, Washington DC, dilansir dari CTV News, Selasa (21/1).

Pernyataan Trump ini berdampak pada pengakuan terhadap identitas transgender dan non-binary tidak akan lagi diakui.

Kebijakan ini juga mencakup larangan bagi individu untuk memperbarui penanda gender dan paspor pada dokumen federal, yang pada pemerintahan Biden pembaruan ini telah diizinkan.

Trump mengatakan pemerintahannya akan berupaya menciptakan masyarakat yang "berbasis prestasi" dan "tidak memandang warna kulit”.

Dengan kebijakan baru ini, ia berharap dapat mengurangi apa yang dianggapnya sebagai terlalu banyak fokus pada identitas dan keberagaman di berbagai sektor.

Langkah ini mencerminkan keinginan Trump untuk mengubah kebijakan pemerintah AS terkait dengan gender dan keberagaman, khususnya dalam konteks program Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI).

Selain itu, Trump juga menyatakan rencananya untuk mengembalikan kebebasan berbicara di Amerika Serikat.

Ia berjanji untuk menandatangani peraturan yang menghentikan seluruh bentuk sensor oleh pemerintah, sebuah langkah yang diharapkannya akan memperkuat kebebasan berpendapat di negara itu.

“Saya akan menandatangani peraturan yang segera menghentikan seluruh sensor oleh pemerintah dan mengembalikan kebebasan berpendapat kepada Amerika,” tegas Trump.

Sebelumnya, Kongres Amerika Serikat telah mengesahkan Pasangan Trump-Vance sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika pada Senin (6/1).

Trump yang kini kembali menjabat, memiliki peringkat popularitas yang lebih tinggi daripada peringkat terendahnya pada tahun 2017, menurut jajak pendapat CNN.

Ada perbedaan tipis antara pendapat yang mendukung (46%) dan yang tidak mendukung (48%) tentang Trump, secara pribadi.

Kebijakan Trump ini menandai awal dari era baru dalam kepemimpinannya yang dipenuhi dengan berbagai perbedaan pendekatan terhadap isu-isu sosial dan budaya, dibandingkan Biden.

Bagaimana kebijakan ini akan diterima oleh masyarakat Amerika Serikat dan dunia internasional, hanya waktu yang akan menjawab.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#donald trump #gender