Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Benarkah Pemerintahan Prabowo akan Membawa Indonesia Bergabung dengan BRICS? Bagaimana Potensi Keuntungan dan Kerugiannya? 

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 8 November 2024 | 03:49 WIB
Ilustrasi perwakilan Indonesia dalam BRICS.
Ilustrasi perwakilan Indonesia dalam BRICS.

RADAR JOGJA - Pemerintahan Prabowo Subianto, telah mengungkapkan keinginan bergabung dengan BRICS, sebuah aliansi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Langkah ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai keuntungan dan kerugian yang mungkin dihadapi Indonesia.

Apa potensi keuntungan dan kerugian dari keanggotaan Indonesia dalam BRICS serta implikasi geopolitiknya?

BRICS adalah kelompok negara-negara berkembang yang memiliki pengaruh signifikan dalam perekonomian global.

Sejak didirikan, BRICS bertujuan untuk memperkuat kerjasama di antara anggotanya dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan yang didominasi oleh negara-negara Barat.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat di antara anggotanya, BRICS kini menguasai sekitar 31% dari total GDP dunia, lebih besar dibandingkan G7 yang hanya mencapai 30%.

Potensi Keuntungan Bergabung dengan BRICS

1. Penguatan Ekonomi: Bergabung dengan BRICS dapat memberikan akses lebih besar bagi Indonesia ke pasar negara-negara berkembang lainnya. Ini termasuk peluang untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara non-tradisional seperti Brasil dan Afrika Selatan. Dalam konteks ini, ekonom Gede Sandra menyebut bahwa keanggotaan dapat memperkuat mata uang rupiah dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

2. Diversifikasi Mitra Perdagangan: Dengan bergabung dalam BRICS, Indonesia dapat mendiversifikasi mitra dagangnya dan mengurangi ketergantungan pada negara-negara Barat. Ini penting dalam menghadapi potensi risiko ekonomi global yang dapat mempengaruhi perdagangan internasional.

3. Akses ke Pembiayaan Infrastruktur: Melalui New Development Bank (NDB) yang dibentuk oleh BRICS, Indonesia dapat memperoleh pembiayaan untuk proyek infrastruktur dengan syarat yang lebih fleksibel dibandingkan lembaga keuangan internasional lainnya seperti IMF atau Bank Dunia. Ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat infrastruktur nasional.

4. Peningkatan Kerja Sama Energi: Anggota baru seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dapat memperkuat posisi BRICS dalam pasar energi global. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk berkolaborasi dalam sektor energi dan teknologi bersih.

Potensi Kerugian Bergabung dengan BRICS

1. Risiko Ketergantungan Baru: Ada kekhawatiran bahwa Indonesia bisa menjadi pasar bagi produk-produk dari negara anggota BRICS, terutama China. Hal ini berpotensi merugikan industri domestik jika barang-barang impor membanjiri pasar lokal.

2. Isolasi dari Negara Barat: Bergabung dengan BRICS dapat menyebabkan Indonesia berjarak dari mitra tradisionalnya di Barat. Ini bisa berisiko jika negara-negara Barat memutuskan untuk membatasi akses perdagangan atau investasi ke Indonesia sebagai respons terhadap keanggotaan tersebut.

3. Tantangan Geopolitik: Keanggotaan dalam BRICS bisa menempatkan Indonesia dalam posisi sulit terkait hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat. Pengamat hubungan internasional memperingatkan bahwa hal ini bisa memicu pandangan negatif terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.

4. Perang Dagang dan Ketidakpastian Ekonomi: Situasi geopolitik yang tidak stabil, termasuk potensi perang dagang antara AS dan China, dapat berdampak negatif pada ekonomi Indonesia jika bergabung dengan BRICS. Ketidakpastian ini perlu dipertimbangkan secara cermat sebelum mengambil keputusan.

Keputusan untuk bergabung dengan BRICS membawa serta berbagai keuntungan dan kerugian bagi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.

Di satu sisi, keanggotaan dapat membuka peluang baru dalam perdagangan, investasi, dan kerja sama internasional. Namun di sisi lain, ada risiko ketergantungan baru serta tantangan geopolitik yang harus dihadapi.

(Rumyanah Irvadia)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#geopolitik #brics #negara barat #BRICS adalah #pertumbuhan ekonomi