Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korea Utara Kirim Bantuan Militer untuk Rusia di Ukraina, AS dan NATO Peringatkan Ancaman Eskalasi Konflik

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:07 WIB
Militer Korea Utara diperkirakan akan beraksi di Kursk bersama pasukan Rusia.
Militer Korea Utara diperkirakan akan beraksi di Kursk bersama pasukan Rusia.

RADAR JOGJA – Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengungkapkan bahwa sejumlah pasukan Korea Utara yang mengenakan seragam dan perlengkapan militer Rusia dilaporkan bergerak menuju Ukraina.

Dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun, di Washington, Austin menyatakan bahwa langkah ini menandai ancaman serius terhadap stabilitas kawasan.

Pasukan Korea Utara yang berjumlah hingga 11.000 tentara diperkirakan akan dikirim ke Rusia, dengan sebagian ditempatkan di Kursk, dekat perbatasan Ukraina.

Austin menjelaskan bahwa sejumlah unit Korea Utara telah tiba di Kursk dan kemungkinan akan dikerahkan ke garis depan untuk mendukung operasi militer Rusia melawan serangan Ukraina.

Kehadiran pasukan ini mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Pyongyang dan Moskow, yang dikhawatirkan dapat memperburuk konflik dan mendorong eskalasi lebih lanjut, termasuk potensi bantuan militer Rusia kepada Korea Utara.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun, menyatakan bahwa meskipun situasi ini mungkin belum langsung memicu ketegangan di Semenanjung Korea, peningkatan ancaman keamanan di kawasan menjadi semakin nyata.

Kim juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa Korea Utara mungkin meminta imbalan berupa teknologi militer canggih dari Rusia, termasuk kemampuan nuklir taktis dan rudal balistik.

Austin dan Kim menyerukan agar Korea Utara segera menarik pasukannya. Para pejabat AS menilai pengerahan pasukan Korea Utara oleh Moskow sebagai tanda bahwa kekuatan militer Rusia mulai terkikis akibat kerugian besar dalam konflik yang berlangsung lebih dari dua tahun.

Austin menegaskan bahwa Rusia kini berada pada titik di mana mereka harus memilih antara mengerahkan lebih banyak tentaranya sendiri atau mencari dukungan militer dari negara lain.

Di sisi lain, laporan menunjukkan bahwa Rusia juga telah meminta bantuan persenjataan dari Korea Utara dan Iran.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 10.000 tentara Korea Utara di Rusia, dengan sekitar 3.000 di antaranya menuju zona pertempuran di wilayah barat Rusia.

NATO dan sekutunya merespons tegas perkembangan ini. Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, menyarankan agar larangan penggunaan senjata jarak jauh oleh Ukraina terhadap target di dalam Rusia dicabut.

Nauseda menilai bahwa pengerahan tentara Korea Utara oleh Rusia adalah sinyal bahwa Ukraina perlu diizinkan menggunakan senjata Barat untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia.

Pernyataan Nauseda, yang disampaikan melalui akun X (sebelumnya Twitter), mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang juga mengonfirmasi keberadaan unit militer Korea Utara di Kursk.

Nauseda menegaskan bahwa NATO harus memberikan dukungan penuh, termasuk rudal jarak jauh, untuk memastikan Ukraina dapat memenangkan konflik ini.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Militer Rusia #korea utara #Rusia di Ukraina #nato #Lloyd Austin #Kirim Bantuan Militer #menteri pertahanan as #as #ukraina