RADAR JOGJA - Pasukan militer Israel membakar Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (20/10/2024), setelah membombardir bangunan tersebut beberapa hari sebelumnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gaza melaporkan bahwa RS Indonesia menjadi sasaran serangan langsung, menyebabkan sejumlah pasien meninggal dunia.
Melansir dari The National yang mengutip Kemenkes Gaza menyebutkan RS Indonesia adalah salah satu dari tiga rumah sakit yang sebagian masih berfungsi di Gaza utara.
Selain pembakaran, militer Israel menghancurkan generator listrik di RS Indonesia, memutus aliran listrik sepenuhnya.
Pasien yang menggunakan perangkat oksigen dilaporkan tewas akibat hal ini. Kemenkes Gaza juga menyatakan bahwa staf rumah sakit dilarang keluar-masuk area rumah sakit, yang saat ini di bawah pengepungan.
Akibatnya, jenazah para pasien harus dikuburkan di dalam kompleks medis.
Kemenkes Gaza juga menambahkan bahwa saat ini tidak ada lagi pilihan untuk memprioritaskan korban luka karena terlalu banyak pasien yang membutuhkan penanganan.
Yousri Qarmout, seorang saksi mata, mengatakan kepada The National bahwa pasukan Israel juga membakar bangunan di sekitar RS Indonesia yang masih dihuni warga yang bertahan.
Iman Wadi, seorang pengungsi yang melarikan diri dari area penampungan dekat RS Indonesia, mengatakan bahwa pasukan Israel menyerbu area penampungan setelah memerintahkan para laki-laki berkumpul.
Mereka juga membakar penampungan di dekat rumah sakit dan memperingatkan agar warga tidak berani melihat ke arah lain jika ingin selamat.
Sejak Sabtu (19/10/2024), Israel telah menargetkan serangan ke RS Indonesia, terutama bagian lantai atas rumah sakit.
Akibatnya, listrik padam, membahayakan 40 pasien dan 15 staf medis yang berada di sana. Sejak awal Oktober, Israel terus menggempur Gaza utara, termasuk fasilitas kesehatan, dengan dalih rumah sakit digunakan sebagai markas oleh Hamas, meskipun tuduhan ini tidak disertai bukti kuat.
Agresi Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 42.600 orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.