RADAR JOGJA - Militer Israel kembali melancarkan serangan yang menghancurkan tenda pengungsi di dekat Rumah Sakit Al Aqsa, Gaza Tengah, pada Senin (14/10/2024) pagi waktu setempat.
Akibat serangan tersebut, empat orang dilaporkan tewas, sementara puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.
Serangan ini juga menyebabkan kebakaran hebat yang membakar banyak warga hidup-hidup.
Menurut laporan dari seorang saksi mata, serangan Israel memicu ledakan tabung gas yang digunakan pengungsi, memperparah kebakaran yang terjadi.
Seorang penduduk Gaza Bilal Ezzat menceritakan kepada Middle East Eye, bahwa api menjulang setinggi 10 hingga 15 meter, membuat orang-orang kesulitan untuk menolong mereka yang terjebak di dalam kobaran api.
Ezzat menambahkan, ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri beberapa orang terbakar hidup-hidup, termasuk setidaknya tiga mayat yang hangus, salah satunya seorang petugas kebersihan.
Maha Al Sarsak, seorang warga Gaza lainnya, juga menyaksikan anggota keluarganya terbakar akibat serangan tersebut.
Ia dan ibunya berhasil melarikan diri dari api, namun dua anggota keluarga lainnya tidak sempat menyelamatkan diri.
Dengan penuh air mata, Maha mengatakan bahwa ia melihat kematian dengan mata kepala sendiri dan menggambarkan betapa menakutkannya situasi tersebut.
Sementara itu, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengonfirmasi, bahwa serangan tersebut memang diarahkan ke Rumah Sakit Al Aqsa, mengklaim bahwa rumah sakit tersebut digunakan sebagai "pusat komando dan kendali" oleh Hamas.
Meskipun demikian, video yang beredar di media sosial menunjukkan tenda pengungsi terbakar dan orang-orang berusaha keras memadamkan api.
Serangan ini merupakan kali ketujuh Israel menggempur Rumah Sakit Al Aqsa sejak meluncurkan agresi terhadap Gaza pada Oktober 2023.
Selama periode tersebut, Israel telah melakukan serangan tanpa henti terhadap warga sipil Palestina dan infrastruktur vital, termasuk rumah sakit dan kamp pengungsian.
Imbas dari aksi brutal ini, lebih dari 42.000 orang Palestina dilaporkan tewas, sementara puluhan fasilitas kesehatan hancur akibat serangan udara.
Editor : Winda Atika Ira Puspita