Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aliansi Baru? Pertemuan Bersejarah Iran dan Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah yang Memuncak

Izzatul Akmal Fikri • Rabu, 9 Oktober 2024 | 21:44 WIB

Konflik Timur Tengah akan menjadi bahasan utama dalam pertemuan kedua presiden.
Konflik Timur Tengah akan menjadi bahasan utama dalam pertemuan kedua presiden.


RADAR JOGJA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Jumat (11/10/2024) di Turkmenistan.

Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka di tengah ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah.

Pertemuan ini diadakan dalam kerangka Forum Asia Tengah, di mana kedua pemimpin akan membahas berbagai isu, termasuk konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Ajudan Putin Yury Ushakov mengatakan, pertemuan ini sangat penting tidak hanya untuk membahas isu-isu bilateral tetapi juga untuk menangani situasi yang semakin membara di Timur Tengah.

Rencana pertemuan Pezeshkian dan Putin berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketegangan, terutama antara Iran dan Israel.

Saat ini, Israel bersiap untuk melancarkan serangan balasan terhadap Iran setelah serangan rudal hipersonik dan balistik ke negara Zionis yang dilakukan Iran pada 1 Oktober.

Iran mengklaim bahwa sekitar 90 persen rudal mereka berhasil mengenai sasaran, termasuk sistem pertahanan Iron Dome dan pangkalan militer Israel.

Sejumlah analis militer menyebutkan bahwa Israel mungkin akan menyerang fasilitas atau kilang minyak di Teheran sebagai balasan.

Iran, di sisi lain, bersumpah untuk melancarkan serangan yang lebih menghancurkan terhadap Israel jika serangan balasan benar-benar diluncurkan oleh pasukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Para pengamat memprediksi bahwa jika saling serang berlanjut, situasi ini dapat memicu konflik yang lebih besar, berpotensi menjadi perang rudal yang meluas.

Sementara itu, rencana pertemuan kedua pemimpin ini juga terkait dengan usulan Iran untuk memperoleh jet tempur Su-35 dari Rusia.

Jet ini dikenal sebagai salah satu pesawat tempur pembom canggih dan memiliki kemampuan yang tangguh.

Baca Juga: Prediksi Inggris vs Yunani UEFA Nations League B Grup 2 Jumat 11 Oktober Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Selain itu, Iran dilaporkan sedang berusaha untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara canggih S-400 dari Rusia, yang terkenal karena kemampuannya dalam mendeteksi dan menghancurkan berbagai ancaman udara.

Apabila S-400 ditempatkan bersama dengan jet tempur Su-35, hal ini dapat mengubah dinamika militer di kawasan, memberikan Iran kapasitas untuk mencegah potensi agresi dari negara lain.

Nitin J Ticku, seorang pakar militer dan Redaktur Pelaksana di EurAsian Times, berpendapat bahwa jika Iran berhasil mendapatkan S-400, Israel akan mengalami kesulitan dalam menetralkan fasilitas nuklir Teheran.

Dengan latar belakang ketegangan ini, pertemuan antara Pezeshkian dan Putin diharapkan dapat memberikan pencerahan dan solusi terhadap konflik yang terus berkecamuk di Timur Tengah, serta menjelaskan posisi kedua negara terkait situasi yang mengancam stabilitas kawasan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Israel #ketegangan iran dan israel #timur tengah #pertemuan iran dan rusia #serangan balasan #presiden rusia vladimir putin