RADAR JOGJA - Presiden Iran Ebrahim Raisi dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter Bell 212, Pada Minggu, 19 Mei 2024.
Pesawat yang ditumpanginya dan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, serta beberapa orang lainnya, mengalami kecelakaan ketika melintasi daerah pegunungan di barat laut Iran dalam kabut tebal.
Kecelakaan ini terjadi ketika Raisi dan rombongan pulang dari kunjungan ke perbatasan dengan Azerbaijan di barat laut Iran.
Kecelakaan helikopter ini terjadi setelah helikopter tersebut melakukan pendaratan keras di lokasi yang tidak jelas.
Tim penyelamat berjuang untuk mencapai lokasi kejadian selama 12 jam, tetapi medan berat dan berkabut menghalangi proses pencarian.
Raisi beserta 13 rombongan dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke perbatasan dengan Azerbaijan di barat laut Iran.
Insiden ini terjadi ketika Raisi dan rombongan sedang dalam perjalanan kembali ke Teheran.
Reaksi internasional terhadap kecelakaan ini sangat signifikan.
Rusia yang telah memiliki hubungan yang erat dengan Iran, telah mengirim dua pesawat, satu helikopter dan 50 petugas evakuasi guna membantu pencarian helikopter yang membawa Presiden Iran.
Otoritas Rusia juga membenarkan informasi tentang keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim tim penyelamat Rusia ke Iran.
Dalam kasus ini, Wakil Presiden Mohammad Mokhber akan mengambil alih tugas Presiden dan mengawasi pemilihan Presiden baru dalam waktu maksimal 50 hari.
Editor : Meitika Candra Lantiva