Hal itu berdampak pada gajah Asia tidak dapat lagi ditangkap dan dijadikan penangkaran
Saat ini terdapat 200 ekor gajah muda di Bangladesh dan separuhnya hidup di penangkaran.
Negara ini dulunya merupakan salah satu rumah bagi gajah-gajah di Asia, namun penyebab dari perburuan liar membuat penurunan jumlah gajah secara signifikan.
Berdasarkan skema sebelumnya, gajah muda dapat ditawan dan departemen kehutanan akan mengeluarkan izin kepada kelompok yang menggunakan hewan tersebut untuk mengangkut kayu serta menjadi kelomopok sirkus.
"Eksploitasi seperti itu melanggar ketentuan izin," kata pengadilan setempat.
Ketua kelompok hak asasi hewan Yayasan People for Animal Welfare (PAW) di Bangladesh mengatakan bahwa ini adalah “Perintah Penting”.
“Atas nama pelatihan gajah, pemegang lisensi swasta termasuk pihak sirkus secara brutal memisahkan anak gajah dari induknya, membelenggu mereka selama berbulan-bulan dan kemudian menyiksa mereka untuk mengajarkan trik,” katanya.
Ia mengatakan gajah yang ditangkap saat ini diharapkan bisa direhabilitasi.
Aktor Jaya Ahsan membawa kasus hukum ini bersama dengan PAW dan berharap ini akan menjadi akhir “Pelatihan” bagi hewan tersebut.
Tahun lalu isu seperti ini menjadi sorotan, ketika seekor gajah muda terbunuh ditabrak kereta api setelah digunakan untuk mengemis dijalanan.
Mereka sering kali dicat dengan warna dan dipaksa melakukan trik oleh penculiknya.