Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bisnis Awet Muda di TikTok Berujung Mengerikan: Remaja 13 Tahun Dirawat di Rumah Sakit Akibat Tren Skincare Anti-Aging

Cici Jusnia • Jumat, 26 Januari 2024 | 17:27 WIB
Bisnis Awet Muda di TikTok Berujung Mengerikan: Remaja 13 Tahun Dirawat di Rumah Sakit Akibat Tren Skincare Anti-Aging
Bisnis Awet Muda di TikTok Berujung Mengerikan: Remaja 13 Tahun Dirawat di Rumah Sakit Akibat Tren Skincare Anti-Aging

RADAR JOGJA - Tren penggunaan skincare anti-aging di kalangan remaja belasan tahun kembali menjadi sorotan setelah seorang remaja berusia 13 tahun, Amelia Gregory, harus dirawat di rumah sakit akibat dampak serius dari perawatan wajah yang diikuti setelah melihat tutorial di platform media sosial, TikTok.

Peristiwa ini terjadi empat hari lalu ketika Amelia, berusia 13 tahun, mengalami infeksi kulit yang serius setelah mencoba rangkaian perawatan kulit yang melibatkan penggunaan produk skincare yang mengandung retinol, sejenis vitamin A yang umumnya digunakan untuk mengurangi kerutan pada kulit.

Amelia, yang terbaring di rumah sakit selama empat hari, mengalami rasa terbakar, kemerahan, dan iritasi pada wajahnya setelah mengikuti tutorial dari seorang influencer perawatan kulit muda di TikTok.

Ibunya, Claire (41), seorang praktisi kesehatan wanita, menceritakan momen ketika Amelia berlari ke bawah dengan wajah merah padam dan berteriak kesakitan.

"Wajahnya terkelupas, dan bercak merah mulai muncul. Apa pun yang dikenakannya telah membakar kulitnya begitu parah hingga timbul bekas luka dan kulitnya merah serta mengelupas. Saya tercengang," ujar Claire dilansir dari Daily Mail, Jumat (26/1/2024).

Setelah berkonsultasi dengan dokter umum, awalnya diberitahu bahwa penyakitnya dapat sembuh hanya dengan menggunakan produk perawatan kulit dari toko.

Namun, kondisi Amelia semakin memburuk, terutama pada mata kirinya yang menjadi merah dan bengkak.

Akhirnya, Claire membawa Amelia ke apoteker, yang langsung merekomendasikan mereka untuk mencari perawatan di rumah sakit.

Amelia segera dirawat karena mengalami infeksi bakteri pada jaringan di bawah kulit, yang dikenal sebagai selulitis.

Dokter yang merawat mengungkapkan bahwa infeksi tersebut telah menyebar ke mata kirinya, dan ada potensi kehilangan penglihatan.

"Saya ketakutan dan tidak percaya - semua ini hanya tentang perawatan kulit," kenang sang ibu.

Dr. Derrick Phillips, seorang konsultan dermatologis dan juru bicara British Skin Foundation, menyatakan keprihatinan terhadap tren ini.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan produk skincare seperti retinol dan peeling secara bersamaan dapat menyebabkan luka bakar kimia ringan, membuat kulit kering, merah, berpigmen gelap, teriritasi, dan sensitif.

Dr. Phillips menekankan bahwa anak-anak, terutama generasi Alfa yang lahir sejak tahun 2010, sebaiknya tidak menggunakan retinol karena terlalu kuat untuk pertumbuhan kulit.

Bahkan orang dewasa pun sebaiknya menggunakan retinol dengan hati-hati, memulai dengan uji tempel untuk melihat apakah menyebabkan reaksi, dan kemudian menggunakan konsentrasi rendah.

Kisah Amelia menjadi peringatan penting bagi para orang tua dan remaja untuk memahami risiko dari tren kecantikan yang mungkin terlihat menggoda di media sosial.

Keamanan dan kesehatan kulit harus selalu menjadi prioritas utama dalam penggunaan produk perawatan kulit, terutama pada usia yang masih sangat muda.

Editor : Bahana.
#retinol atasi penuaan #anti aging #retinol #inggris