Pekerja Serabutan Nekat Curi Cabai di Magelang, Ngaku demi Penuhi Kebutuhan Hidup

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 23:45 WIB
Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)
Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)

 

 

 

MAGELANG - Seorang pemuda berinisial AAR, 21 nekat mencuri cabai di ladang milik warga. Tidak hanya sekali, AAR mengaku telah tiga kali beraksi di ladang yang sama dan sekitarnya. Aksi tersebut dilakukan dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Teranyar, aksi AAR terbongkar setelah pemilik lahan memergokinya sedang memetik cabai secara serampangan di ladang di Dusun Kaliduren, Sukodadi, Bandongan pada Rabu (16/9) sekitar pukul 19.00. Saat ditegur, AAR bergegas melarikan diri.

 

Kapolsek Bandongan AKP Suwanto menyebut, pemilik lahan yang mengetahui cabainya dipetik kemudian meminta bantuan warga dan mengejar pelaku. AAR akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa ke rumah seorang warga di kawasan Kaliduren sebelum diserahkan kepada polisi.

 Baca Juga: Real Menghukum Tanpa Melukai! Guru Pilih Ikat Rambut Gondrong Siswa ketimbang Memotongnya

Dari tangan pelaku, polisi memperoleh barang bukti sekitar 2,5 kilogram (kg) cabai rawit. "Dari pemeriksaan, AAR yang sehari-hari bekerja serabutan itu mengaku sudah tiga kali mencuri cabai di sekitar lokasi tersebut," jelas dia di kantornya, Kamis (17/9).

 

Suwanto mengatakan, ladang yang menjadi sasaran berada di kawasan yang sebagian besar ditanami cabai oleh warga dan ditanam hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat AAR mengetahui keberadaan tanaman yang siap dipetik.

 

Jumlah cabai yang berhasil dibawa dalam setiap aksinya pun tidak selalu sama. Jumlah terbanyak yang pernah dicuri mencapai hampir 12 kg. Hasil curian tersebut lanras dijual. Setiap kali beraksi, AAR bisa mengantongi hingga Rp 200 ribu.

 Baca Juga: Berastepu, Desa yang Sunyi di Bawah Bayang-Bayang Gunung Sinabung

Harga tersebut, kata Suwanto, tidak didasarkan pada harga cabai yang berlaku di pasaran saat itu. "Pelaku mengaku selalu menjualnya seharga Rp 200 ribu setiap kali beraksi tanpa memperhitungkan harga pasaran yang berlaku," paparnya.

 

Kepada polisi, AAR mengaku nekat mencuri karena kebutuhan hidup. Pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan selama ini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Saat ini, polisi masih menangani perkara tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang telah diamankan. "Masih kami dalami, terutama terkait cara dia membawa cabai hasil curian itu," lontarnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
pekerja serabutan Magelang cabai Polisi Bandongan