Polisi Masih Tunggu Kondisi Korban untuk Periksa Dugaan Pengeroyokan Pelajar di Pantai Sepanjang

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:20 WIB
TUNJUK: Video yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMP di kawasan Pantai Sepanjang, Tanjungsari, yang beredar di media sosial. (Dzika Fajar/Radar Jogja)

 
TUNJUK: Video yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMP di kawasan Pantai Sepanjang, Tanjungsari, yang beredar di media sosial. (Dzika Fajar/Radar Jogja)  

GUNUNGKIDUL - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMP di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Sabtu (22/8/2026) sore. Hingga Senin (24/8/2026), korban belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya belum memungkinkan.

Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyatna mengatakan, laporan terkait kejadian tersebut telah diterima polisi. Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian yang dialami korban.

"Karena korban masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya," kata Agus kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Pilur Serentak Gunungkidul: Penetapan DPT Belum Tuntas, Komposisi 230 TPS Dipastikan Tetap

Menurut dia, pemeriksaan terhadap korban masih menunggu kondisi yang bersangkutan memungkinkan untuk memberikan keterangan. Keterangan korban dinilai penting untuk membantu polisi mencocokkan rangkaian kejadian dengan informasi yang telah diperoleh dari pihak lain.

"Kemarin laporan sudah, sekarang masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Agus menambahkan, polisi masih menunggu perkembangan dari pihak korban. Setelah kondisi korban memungkinkan, penyidik akan meminta keterangan untuk mendalami dugaan kekerasan yang terjadi di kawasan Pantai Sepanjang tersebut.

"Kami masih menunggu perkembangan dari pihak korban," katanya.

Baca Juga: Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, 92 Kali Guguran Lava Terjadi Sepanjang Hari

Sebelumnya, dugaan pengeroyokan tersebut bermula dari persoalan saling ejek melalui WhatsApp. Korban kemudian diajak bertemu di kawasan Pantai Sepanjang untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun, pertemuan itu justru berujung dugaan kekerasan. Pihak keluarga menyebut korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungsari.

Kasus tersebut juga menjadi perhatian setelah video yang diduga merekam aksi kekerasan terhadap korban beredar di media sosial. Polisi kini masih mendalami kejadian tersebut, termasuk keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui peristiwa.

Baca Juga: Kemenhut Gandeng Vantara Perkuat Infrastruktur Kesehatan Satwa Liar

Sementara itu, ayah korban, Supoyo, sebelumnya mengatakan keluarga menyerahkan proses penanganan perkara kepada kepolisian. Kendati membuka kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan, keluarga tetap meminta proses hukum berjalan. (cr1)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
dugaan pengeroyokan penyelidikan pelajar SMP Tanjungsari pantai sepanjang