Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hanya Gara-Gara Jawab 'Kepo', Anggota Geng Trah Gendeng Tewas Dibacok Geng Vozter di Kotabaru

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:02 WIB
REKA ADEGAN: Para tersangka saat memerankan adegan pembacokan anggota geng Trah Gendeng bernama Adelio Alvis Adhi Wijaya, 17, di Halaman Polresta Jogja, Selasa (7/7). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
REKA ADEGAN: Para tersangka saat memerankan adegan pembacokan anggota geng Trah Gendeng bernama Adelio Alvis Adhi Wijaya, 17, di Halaman Polresta Jogja, Selasa (7/7). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 JOGJA - Polresta Jogja menggelar reka adegan pembacokan hingga tewas anggota geng Trah Gendeng bernama Adelio Alvis Adhi Wijaya, 17, di kawasan Kotabaru, Kota Jogja yang terjadi pada 17 Mei 2026 lalu. Total ada 21 adegan yang diperagakan.

Rekonstruksi dilaksanakan di halaman Mapolresta Jogja, Selasa (7/7) dengan menghadirkan dua tersangka bernama Muhammad Yusuf Al Amin dan Lutfi Anang. Dua anggota geng Vozter itu memperagakan 19 adegan. Mulai awal bertemu dengan korban hingga kabur pasca pembacokan terhadap Adelio.

Dari reka adegan itu terkuak bahwa korban menerima dua kali sabetan senjata tajam. Satu sabetan mengenai dada bagian kanan atas yang menjadi penyebab korban meninggal dunia. Dilakukan oleh tersangka Lutfi Anang.

"Tadi total ada 19 adegan. Dimulai dari proses korban dan pelaku bertemu di daerah Jalan Magelang, hingga ke titik TKP depan SMAN 3 Jogja. Terakhir, posisi korban terjatuh di depan Gereja HKBP," ujar Penjabat Sementara Kanit 3 Sat Reskrim Polresta Jogja Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba saat ditemui.

Baca Juga: Cegah Klithih, Pemkot Jogja Berlakukan Jam Malam, Anak Nongkrong  di Atas Pukul 22.00 Langsung Digeledah

Meski disampaikan ada 19 adegan utama, dalam proses rekonstruksi ada dua tambahan adegan yang dilakukan. Yakni saat proses para saksi membawa korban dalam kondisi terluka ke mobil ambulans di depan Gereja HKBP Kotabaru. Total 21 adegan.

Perihal latar belakang aksi keji itu, Gara menegaskan peristiwa itu murni dipicu masalah sepele dan spontanitas di jalan. Terbukti saat proses reka adegan, di mana para tersangka menanyai korban perihal nama sekolah di Perempatan Pingit. Namun dijawab oleh korban dengan kata "kepo".

Antara korban dengan para tersangka kemudian berlanjut ke aksi saling tantang di Bundaran Ditlantas Polda DIY. Kemudian dilanjutkan pengejaran oleh para tersangka dan berujung pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. 

"Dari perkara ini tidak ada unsur janjian ataupun unsur tawuran antar-geng,” ungkap Gara.

Baca Juga: Polisi Tangkap Makelar Pelarian Geng Vozter ke Safe House Cilacap, Ternyata Alumni dan Residivis Kasus Klitih 

Sebelumnya, polisi membekuk empat tersangka. Selain Muhammad Yusuf Al Amin dan Lutfi Anang, ada satu tersangka di bawah umur berinisial FHM, 17. Serta satu lagi yang berperan mediator para tersangka ke safe house di Cilacap, Jawa Tengah berinisial RS alias Tian.

Di luar itu, Gara menyebut ada empat tersangka yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO). Di antaranya Martino, Maja, dan Farel yang ikut peristiwa pembacokan. Serta satu orang yang berperan sebagai pendana atau donatur pelarian tersangka ke safe house di Cilacap bernama Taufik. Total ada delapan tersangka.

Menurutnya, tersangka Taufik memiliki peran memfasilitasi penyewaan mobil dan uang operasional selama di safe house. Dari hasil penyelidikan, sang pendana diketahui masih berstatus lulusan sekolah dan berada di dalam lingkaran pergaulan para pelaku.

"Kami menghimbau (para DPO) untuk bisa mempercepat proses penyidikan dengan cara menyerahkan diri," tandas Gara. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#geng vozter #Trah Gendeng #Pembacokan #SMAN 3 Jogja #Reka Adegan