JOGJA - Polresta Jogja menggelar reka adegan pembacokan hingga tewas anggota geng Trah Gendeng bernama Adelio Alvis Adhi Wijaya, 17, di kawasan Kotabaru, Kota Jogja yang terjadi pada 17 Mei 2026 lalu. Total ada 21 adegan yang diperagakan.
Rekonstruksi dilaksanakan di halaman Mapolresta Jogja, Selasa (7/7) dengan menghadirkan dua tersangka bernama Muhammad Yusuf Al Amin dan Lutfi Anang. Dua anggota geng Vozter itu memperagakan 19 adegan. Mulai awal bertemu dengan korban hingga kabur pasca pembacokan terhadap Adelio.
Dari reka adegan itu terkuak bahwa korban menerima dua kali sabetan senjata tajam. Satu sabetan mengenai dada bagian kanan atas yang menjadi penyebab korban meninggal dunia. Dilakukan oleh tersangka Lutfi Anang.
"Tadi total ada 19 adegan. Dimulai dari proses korban dan pelaku bertemu di daerah Jalan Magelang, hingga ke titik TKP depan SMAN 3 Jogja. Terakhir, posisi korban terjatuh di depan Gereja HKBP," ujar Penjabat Sementara Kanit 3 Sat Reskrim Polresta Jogja Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba saat ditemui.
Meski disampaikan ada 19 adegan utama, dalam proses rekonstruksi ada dua tambahan adegan yang dilakukan. Yakni saat proses para saksi membawa korban dalam kondisi terluka ke mobil ambulans di depan Gereja HKBP Kotabaru. Total 21 adegan.
Perihal latar belakang aksi keji itu, Gara menegaskan peristiwa itu murni dipicu masalah sepele dan spontanitas di jalan. Terbukti saat proses reka adegan, di mana para tersangka menanyai korban perihal nama sekolah di Perempatan Pingit. Namun dijawab oleh korban dengan kata "kepo".
Antara korban dengan para tersangka kemudian berlanjut ke aksi saling tantang di Bundaran Ditlantas Polda DIY. Kemudian dilanjutkan pengejaran oleh para tersangka dan berujung pembacokan di depan SMAN 3 Jogja.
"Dari perkara ini tidak ada unsur janjian ataupun unsur tawuran antar-geng,” ungkap Gara.
Sebelumnya, polisi membekuk empat tersangka. Selain Muhammad Yusuf Al Amin dan Lutfi Anang, ada satu tersangka di bawah umur berinisial FHM, 17. Serta satu lagi yang berperan mediator para tersangka ke safe house di Cilacap, Jawa Tengah berinisial RS alias Tian.
Di luar itu, Gara menyebut ada empat tersangka yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO). Di antaranya Martino, Maja, dan Farel yang ikut peristiwa pembacokan. Serta satu orang yang berperan sebagai pendana atau donatur pelarian tersangka ke safe house di Cilacap bernama Taufik. Total ada delapan tersangka.
Menurutnya, tersangka Taufik memiliki peran memfasilitasi penyewaan mobil dan uang operasional selama di safe house. Dari hasil penyelidikan, sang pendana diketahui masih berstatus lulusan sekolah dan berada di dalam lingkaran pergaulan para pelaku.
"Kami menghimbau (para DPO) untuk bisa mempercepat proses penyidikan dengan cara menyerahkan diri," tandas Gara. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun