BANTUL - Seorang anak berusia tiga tahun menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di sebuah kontrakan Padukuhan Kedaton RT 07, Pleret Senin (1/6). Kasus ini dilakukan oleh sang ibu berinisial TKS, 25.
TKS tega menutup mulut anaknya dengan lakban berwarna bening. Tidak hanya itu, kedua tangan dan kaki korban juga diikat menggunakan lakban bening dan selendang. "ACB pada saat itu ditemukan dalam keadaan lemas," jelas Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto Rabu (3/6).
Baca Juga: Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen
Kejadian ini diketahui oleh tetangga. Awalnya dia curiga melihat TKS pergi seorang diri sekitar pukul 17.00. Kemudian dia melihat TKS kembali ke kontrakan sekitar pukul 18.00.
Setelah itu, dia mendengar suara tangisa anak dari kamar kontrakan TKS saat berada di depan rumah. “Kemudian tetangganya itu sekitar pukul 20.50 bersama pemilik kontrakan mengecek ke kamar kontrakan TKS," jelasnya.
Setelah mencongkel jendela kamar, ditemukan ACB anak TKS sudah dalam keadaan lemas. "Selanjutnya pemilik kontrakan menggubungi Bhabinkamtibmas Kalurahan Pleret untuk cek TKP," tuturnya.
Korban, lanjutnya, saat ini sudah dimankan dan dirawat oleh keluarga sang ayah di Gunungkidul. Diketahui, Ridho Fahriza, 30, suami dari TKS sedang bekerja di Jakarta sebagai karyawan swasta.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul Gunawan Budi Santoso mengatakan, pihaknya baru melakukan proses pendampingan terhadap korban. "Nanti diasesmen, kita lihat hasilnya," tuturnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita